Awas! Jangan Sembarang Konsumsi Obat Anti Nyeri Bisa Iritasi Lambung, Begini Cara Atasinya

Ilustrasi Sakit Perut

“Setiap orang punya sensitivitas berbeda-beda terhadap anti nyeri. Ada yang udah minum lama dan dosis tinggi tapi nggak kenapa-kenapa. Ada yang baru minum sudah timbul masalah. Pengalaman, biasanya rata-rata baru timbul setelah minum 7 hari,” jelas Dokter Irsan Hasan.

Ketika seseorang mengonsumsi obat anti nyeri, semakin lama orang tersebut mengonsumsinya maka semakin berisiko mengalami iritasi lambung. Begitu juga terkait dosis, semakin tinggi dosis obat nyeri yang dikonsumsi maka semakin tinggi risiko teriritasi.

Baca Juga: Masalah Hormonal Bisa Bikin Kualitas Hidup Makin Menurun, Cek Apa Saja Gejalanya

Biasanya, obat anti nyeri dengan sifat yang sangat tajam pada lambung adalah obat-obat yang dijual di warung atau toko obat. Sedangkan, obat anti nyeri yang sifatnya lebih lembut ketika dicerna di lambung hanya bisa didapatkan di apotek dengan resep dokter.

Sang ahli menyarankan bagi para penderita penyakit lambung agar meminum paracetamol yang dosisnya lebih aman dibandingkan lainnya. Sementara untuk penderita rematik yang harus mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang, biasanya dokter akan memberikan obat pelindung lambung agar tidak mudah teriritasi.

“Minum paracetamol, kalau satu ngga mempan minum 2 nggak apa-apa. Kalau rematik harus minum jangka panjang, biasanya dikasih obat pelindung lambung,” ujarnya. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait