Begadang juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Ketika seseorang kurang tidur, produksi hormon leptin (yang mengatur rasa kenyang) menurun, sementara hormon ghrelin (yang merangsang nafsu makan) meningkat. Akibatnya, orang cenderung merasa lapar dan bisa mengalami peningkatan berat badan.
Peningkatan berat badan akibat kebiasaan begadang dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut, seperti diabetes tipe 2. Ketidakstabilan metabolisme ini mengakibatkan tubuh kesulitan untuk mengatur gula darah dan lemak, yang berisiko memburuk seiring waktu.
4. Penurunan Daya Tahan Tubuh
Tidur yang tidak cukup dapat melemahkan sistem imun tubuh. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, produksi sitokin, yaitu protein yang dibutuhkan untuk melawan infeksi, dapat terganggu. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit dan infeksi.
Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat tubuh terpapar virus atau bakteri. Ketika daya tahan tubuh menurun, bahkan penyakit ringan sekalipun bisa berlangsung lebih lama dan lebih parah daripada biasanya.
5. Masalah Sosial
Kebiasaan begadang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial. Seseorang yang sering begadang menjadi kurang responsif dan tidak hadir dalam interaksi sosial. Hal ini dapat menyebabkan hubungan dengan keluarga atau teman menjadi renggang.
Baca Juga: Tidak Bisa Tidur Kecanduan Media Sosial? Berikut Tips Mengelola Waktu yang Tepat
Ketidakstabilan emosi akibat kurang tidur juga dapat menyebabkan konflik dalam hubungan. Keterampilan komunikasi yang buruk dan sifat mudah tersinggung dapat mengakibatkan ketegangan, sehingga menjauhkan seseorang dari lingkungan terdektnya.
Terlihat sederhana dan sering diabaikan, begadang tidak boleh dibiasakan. Tidur dan istirahatlah yang cukup agar kesehatan selalu terjaga ya. (one)













