Baca Juga: iPhone 16 Series Baru Rilis, Spek iPhone 18 Sudah Bocor Dipasaran
Kedua, skema aplikasi, mereka membuat aplikasi di dalam negeri. Ketiga, skema inovasi di dalam negeri. Agus menuturkan, dari ketiga skema tersebut Apple selaku produsen iPhone memilih skema ketiga yaitu inovasi. “Padahal kita sudah memberikan fleksibilitas, perusahaan bisa menggunakan tiga skema, bisa memilih tiga skema,” ujarnya
Di samping itu, dia menerangkan bahwa sebelumnya produk Apple telah menjual produk-produk di Indonesia karena telah mendapatkan sertifikat TKDN.
“Namun masa berlaku dari sertifikat tersebut sudah habis, sehingga memang harus diperpanjang,” imbuhnya.
Saat ini proses perpanjangan sertifikat TKDN masih menunggu tambahan realisasi investasi dari Apple. Adapun, Agus menuturkan realisasi investasi Apple baru tercatat Rp1,48 triliun.
Menurut dia, realisasi tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan produk-produk Apple yang didatangkan ke Indonesia. Terlebih, Apple berkomitmen kepada pemerintah RI untuk investasi sebesar Rp1,71 triliun.
“Jadi masih ada gap sebesar sekitar Rp240 miliar, kalau ini mereka bisa realisasikan investasi Rp240 miliar,” jelasnya.
(one)













