Portalone.net, Tekno – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia hiburan telah menyaksikan kemunculan fenomena baru yang mengubah cara kita memandang artis dan hiburan itu sendiri—artis virtual.
Dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI), animasi, dan realitas virtual (VR), artis virtual mulai mencuri perhatian, menggantikan atau bahkan bersanding dengan artis manusia.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah masa depan hiburan akan melibatkan lebih sedikit manusia dan lebih banyak karakter virtual?
1. Apa itu Artis Virtual?
Artis virtual adalah karakter yang diciptakan melalui teknologi digital, baik menggunakan animasi komputer, kecerdasan buatan, maupun pemrograman lainnya. Artis virtual ini bisa berupa avatar 3D, karakter digital, atau bahkan persona yang diciptakan sepenuhnya oleh AI.
Mereka tidak hanya muncul di layar, tetapi juga dapat melakukan penampilan secara langsung dalam konser atau acara virtual, berinteraksi dengan penggemar melalui media sosial, dan bahkan menghasilkan karya seni atau musik.
Contoh terkenal dari artis virtual adalah Hatsune Miku, seorang vokaloid asal Jepang yang telah menjadi bintang global dalam musik, atau Lil Miquela, seorang influencer digital yang memiliki jutaan pengikut di Instagram. Mereka tidak hanya populer, tetapi juga menjadi simbol dari pergeseran besar dalam industri hiburan.
Baca Juga: AI Semakin Cerdas: Robot Kini Mampu Mengenali Emosi Manusia, Apa Dampaknya bagi Masa Depan?
2. Keunggulan Artis Virtual
Salah satu alasan mengapa artis virtual mulai menarik perhatian adalah potensi mereka untuk mengatasi batasan yang dimiliki oleh manusia. Artis virtual tidak terikat oleh waktu, usia, atau fisik manusiawi, dan dapat disesuaikan dengan berbagai konsep kreatif tanpa batasan.
Mereka dapat tampil dalam berbagai genre musik, film, atau acara tanpa khawatir akan kelelahan, cedera, atau masalah pribadi yang biasanya mempengaruhi artis manusia.
Selain itu, artis virtual juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan penggemar secara lebih dinamis. Penggemar dapat berkomunikasi langsung dengan karakter virtual melalui AI yang responsif, membuat pengalaman hiburan lebih interaktif dan personal.
3. Hiburan Tanpa Batasan: Dari Musik hingga Film
Artis virtual tidak hanya berperan dalam industri musik, tetapi juga mulai merambah dunia film, game, dan bahkan iklan. Misalnya, dalam film, karakter digital seperti Thanos di film Avengers: Infinity War atau De-aging yang digunakan pada karakter seperti Robert Downey Jr. dalam Avengers: Endgame, membuktikan bagaimana teknologi dapat menciptakan persona virtual yang terlihat nyata dan dapat memengaruhi cerita.













