5 Cara Membedakan Kabel Fast Charging Asli atau Palsu

5 Cara Membedakan Kabel Fast Charging Asli atau Palsu

Tentunya sebagian dari kamu udah nggak asing lagi dengan yang namanya kabel fast charging. Ya betul, kabel ini akan membuat baterai smartphone kesayanganmu menjadi lebih cepat penuh ketika sedang melakukan charging dengan menggunakan kabel jenis ini.

Namun nggak semuanya kabel fast charging itu asli, tetapi ternyata ada juga yang palsu. Nah, maka dari itu saya akan memberikan sebuah cara untuk membedakan kabel fast charging, antara mana yang asli dan palsu.

Biar Tidak Tertipu! Begini Cara Bedakan Kabel Fast Charging

Jika kamu mendapati kabel fast charging yang palsu pastinya akan memberikan efek yang sama saja seperti kabel charger yang biasa. Maka kamu harus perhatikan baik-baik artikel ini agar kamu tidak gampang tertipu dalam memilih kabel fast charging.

1. Kabel Fast Charging Asli Memiliki Tegangan Arus 2.4A

Kabel Fast Charging Asli Memiliki Tegangan Arus 2.4A
Cara untuk membedakan-nya, cek tegangan arus kabel fast charging. Kabel fast charging asli memiliki arus listrik atau tegangan yang normal sehingga tidak akan memberikan dampak apapun terhadap smartphone. Kabel fast charging yang asli memiliki 2.4 Ampere.
Tetapi jika kabel fast charging itu palsu, kabel tersebut akan memberikan tegangan arus yang sangat besar sehingga akan menyebabkan layar smartphone kamu bergerak sendirinya.

2. Perhatikan Ujung Kabel, Jika Pendek Berarti Asli

ujung kepala yang lebih pendek dari kabel fast charging yang palsu.
Yang harus kamu lakukan adalah tentunya dengan mengecek kabel fast charging tersebut. Karena pasti akan ada perbedaan antara kabel fast charging dengan yang biasa dan kabel yang asli.
Misalnya kamu bisa membandingkan pada ujung kabel fast charging. Jika kabel fast charging tersebut memang asli, kamu bisa memperhatikanya pada ujung kepala yang lebih pendek dari kabel fast charging yang palsu.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait