Rupiah Tembus Level Psikologis Rp 18.000, Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Yield US Treasury

Ilustrasi rupiah, dolar, dollar hari ini, dolar ke rupiah. (Foto: Istimewa)

Portalone.net – Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp 18.000 per dollar AS pada perdagangan intraday Selasa (29/9/2026), dipicu oleh kombinasi lonjakan harga energi global dan tren kenaikan yield obligasi Amerika Serikat.

Di pasar spot, mata uang garuda dibuka pada Rp 18.000 dan sempat menyentuh level terendah harian di Rp 18.020 per dollar AS (melemah 0,23%). Meski mendapat tekanan berat sepanjang hari, rupiah berhasil rebound menjelang penutupan dan bertengger di level Rp 17.981 per dollar AS, menguat tipis 0,02 persen dari penutupan sebelumnya. Volatilitas ini mengonfirmasi besarnya tekanan terhadap aset emerging market di tengah ketidakpastian makroekonomi.

Depresiasi mata uang domestik didorong oleh beberapa faktor fundamental yang memicu capital outflow dan pengetatan likuiditas valuta asing:

  • Lonjakan Harga Minyak Mentah: Minyak mentah Brent bertahan di atas 108 dollar AS per barel akibat kebuntuan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Hal ini memicu kekhawatiran persistensi inflasi global.

  • Kenaikan Yield US Treasury: Merespons ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, yield US Treasury tenor 10 tahun melesat ke level 5,24 persen, rekor tertinggi sejak 2007. Kondisi ini memicu aksi rebalancing portofolio investor asing keluar dari pasar obligasi dan saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

  • Siklus Permintaan Valas Domestik: Menjelang akhir kuartal III/2026, permintaan dollar AS dari korporasi dan importir melonjak tajam. Tingginya harga minyak dunia mendongkrak beban tagihan impor energi nasional, yang berisiko mempersempit bantalan devisa eksternal di tengah perlambatan pertumbuhan ekspor ke level 2,5 persen (yoy) dan ekspektasi inflasi September di kisaran 3,3 persen (yoy).

Menghadapi tekanan sistemik ini, Bank Indonesia (BI) mempertahankan kehadirannya di pasar melalui strategi triple intervention. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa bank sentral mengoptimalkan bauran instrumen untuk menjaga volatilitas agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi.

Strategi intervensi BI saat ini menunjukkan pergeseran taktis:

  1. Optimalisasi NDF dan DNDF: BI mengurangi porsi intervensi di pasar spot menjadi hanya sekitar 30 persen dari total operasi. Bank sentral kini lebih agresif di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) lepas pantai dan Domestic NDF (DNDF) yang dinilai lebih efisien.

  2. Efisiensi Cadangan Devisa: Pengurangan porsi spot ditujukan untuk memitigasi tergerusnya cadangan devisa (Cadev) secara cepat, di mana posisi Cadev per Agustus 2026 tercatat solid di 146,5 miliar dollar AS.

  3. Pembelian SBN Sekunder: BI juga melakukan intervensi melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menstabilkan struktur suku bunga dan menjaga daya tarik aset domestik.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai intervensi bank sentral esensial untuk mencegah pelemahan nilai tukar yang terlampau cepat (overshooting), namun tidak cukup untuk membalikkan tren secara permanen tanpa adanya perbaikan variabel makro.

Pembalikan tren rupiah akan sangat bergantung pada kembalinya aliran modal asing (foreign inflow), stabilisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan meredanya yield obligasi global. Dalam jangka pendek, nilai tukar diproyeksikan masih akan berkonsolidasi pada rentang Rp 17.800 hingga Rp 18.200 per dollar AS, dengan level Rp 18.000 menjadi titik pivot krusial yang menentukan arah sentimen pasar ke depan.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan