Lebih lanjut, demi menjaga mutu dan kualitas pekerjaan, proyek ini menggunakan beberapa teknologi pendukung. Seperti Electrical Density Gauge untuk mengontrol kualitas pekerjaan timbunan secara cepat dan akurat, Load Scanner untuk meminimalisir kesalahan dalam perhitungan volume material yang masuk, survei digital dengan LiDAR untuk mempercepat proses perhitungan progres pekerjaan, Building Information Modelling (BIM) sampai dengan 5D, serta pemasangan CCTV yang tersebar di sepanjang proyek untuk pengawasan secara real time.
Dilakukan juga kerjasama dengan laboratorium independen untuk menguji mutu secara berkala atas pekerjaan di lapangan.
Komitmen penyelesaian jalan tol ini optimis dapat selesai sesuai target dengan menjaga standar kualitas yang baik serta senantiasa memperhatikan aspek keselamatan kerja dan keamanan di lingkungan sekitar proyek.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Juga mampu mempercepat konektivitas antardaerah yang wilayahnya dilintasi jalan tol tersebut.
Serta akan menjadi bagian penting dari jaringan infrastruktur yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera. Di penghujung tahun 2024 ini, Hutama Karya mengumumkan secara resmi bahwa konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II di Jambi sudah dimulai.
Sejumlah ruas yang sudah dimulai pembangunannya meliputi Jalan Tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi (Betejam) Seksi IB Babat Supat – Tungkal Jaya (31,6 km), dan Seksi II Interchange Tungkal Jaya – Interchange Bayung Lencir (54,32 km).
Jalan Tol Betejam Seksi II, pekerjaan konstruksi dimulai pada Oktober 2024 lalu, dan diperkirakan akan selesai pada 2026.
Sementara pembangunan Seksi II dilaksanakan menjadi 2 paket yakni Seksi IIA STA 61+680 sd 97+600 yang ditargetkan rampung pada April 2026 setelah 18 Bulan pengerjaan, dan Seksi IIB STA 97+600 sd 116+000 akan rampung pada Februari 2026 setelah 16 bulan pengerjaan. (*)







