Survei LSI Haris-Sani Ungguli Jauh Pesaingnya: Semakin Mantap Jemput Kemenangan Pilgub Jambi 2024

AL Haris dan Abullah Sani. Foto/Portalone

Khotib mencontohkan popularitas Al Haris secara personal yang sudah tembus di angka 89,8% dengan tingkat kesukaan 82,8%. Ini angka yang sangat strategis untuk menang, karena berbanding lurus antara pengenalan dan kesukaan. Yang bahaya itu, kalau tingkat pengenalan tinggi, tapi kesukaan rendah.

Poisi yang sebaliknya, terjadi pada Romi Hariyanto yang secara personal, tingkat pengenalannya belum tembus di 70% ke atas. Tepatnya, baru 68,0% dan dengan tingkat kesukaan 74,6%.

Bacaan Lainnya

Dalam waktu yang sangat singkat pasti tidak mudah untuk bisa mengejar baik pengenalan maupun kesukaan.

Khotib juga menyampaikan beberapa data penting yang menguatkan peluang Al Haris- Sani untuk menang. Yaitu, dukungan aneka segmen demografis yang cukup merata, mulai dari segmen gender, usia, tingkat penghasilan dan pendidikan, pofesi, pemilih Ormas, pemilih partai, dan bahkan dapil.

Baca Juga:  Mie Celor Nizam Sarapan Lezat di Telanaipura, Jambi

“Dari data kita, Pak Haris – Sani itu hanya kalah di kabupaten Tanjung Jabung Timur, dimana Romi cukup unggul. Selebihnya, Pak Haris – Sani cukup kokoh, kecuali di segmen tertentu yang masih kompetitif. Maka, jika tak ada tsunami politik dan money politic yang massif dari lawan, maka Paslon no 2 yang berpotensi menang,” ungkapnya.

Terkait potensi menang itu, Khotib juga mencontohkan trend elektabilitas dari Al Haris – Sani yang terus naik. Dari survei sebelumnya, Oktober 2024, 44,5% meroket ke 57,2% pada November 2024. Kasus yang sebaliknya, terjadi pada Romi – Sudirman yang sebelumnya 30,6% turun ke 26.7%. Begitu juga dengan strong supportersnya, Al Haris-Sani naik dan Romi – Sudirman turun.

“Melihat angka-angka ini, maka tim Pemenangan Al Haris-sani semakin yakin. Memantapkan suara dan menjemput kemenangan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Khotib juga mengungkapkan temuan data survei tentang prilaku pemilih terhadap money politic. Hasilnya, mayoritas pemilih (56,8%) menganggap money politic itu wajar. Ini biasanya potret kecendrungan pemilih senang jika ada kandidat yang memberi uang atau sembako.

Baca Juga:  Polda Jambi Gelar Apel Operasi Lilin 2025, 1.507 Personel Disiagakan Amankan Nataru

Dalam analisa Khotib, bisa jadi, gambaran umum pemilih yang seperti itu berkorelasi dengan temuan data lainnnya, dimana ada sekitar 31,7% pemilih yang baru akan menentukan pilihannya pada hari H pencoblosan atau saat datang ke TPS. Meskipun, sudah ada sekitar 37,9% pemilih yang sudah menentukan pilihannya dari jauh-jauh hari. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait