Mengenal Proses Formulasi Kebijakan Pendidikan di Indonesia

Feby Febriyanti Mahasiswi program studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi

JAMBI – Pendidikan adalah salah satu  hal paling penting dalam  membangun masa depan bangsa. Tapi, pendidikan yang baik tentu tidak terjadi begitu saja. Dibalik semua aturan, kurikulum, dan program pemerintah, ada proses panjang yang disebut formulasi kebijakan pendidikan. Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu bagaimana proses ini berjalan dan seberapa penting perannya bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Formulasi kebijakan adalah tahap awal dari pembuatan sebuah kebijakan. Dalam dunia pendidikan, ini adalah proses merancang atau menyusun aturan-aturan yang nanti akan diterapkan di sekolah, madrasah, kampus, dan lembaga pendidikan lainnya.

Bacaan Lainnya

Contohnya, ketika pemerintah membuat kebijakan “Merdeka Belajar”, itu bukan ide yang muncul dalam semalam. Ada proses panjang mulai dari mengumpulkan data, melihat permasalahan di lapangan, mendengarkan masukan dari guru, siswa, orang tua, hingga para ahli, lalu merumuskan solusi terbaik. Semua itu disebut sebagai proses formulasi.

Baca Juga:  Murid Terlantar dan Kesenjangan Perlakuan di Sekolah Dinilai Perlu Perhatian Pemerintah

Menurut buku “Pengantar Kebijakan Publik” oleh Budi Winarno (2012), formulasi kebijakan mencakup tiga hal: mengenali masalah, mencari berbagai solusi, lalu memilih solusi terbaik yang bisa diterapkan. Formulasi kebijakan pendidikan di Indonesia biasanya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *