Makna Berkurban di Tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Falah Kota Jambi.

Sinergi Antar-level Pemerintahan dan Kelembagaan;
Fakta : Gubernur Jambi juga menyalurkan bantuan sapi dari Presiden kepada kabupaten/kota. Relevansinya RPJMD Provinsi Jambi 2025–2029, Momen ini mencerminkan penguatan tata pemerintahan yang sinergis dan kolaboratif, salah satu prinsip dalam perencanaan daerah Provinsi Jambi 2025–2029. Ini memperlihatkan kemampuan pemerintah daerah dalam menjembatani program nasional dengan kebutuhan lokal.

Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Partisipasi Masyarakat;
Fakta: Aparatur Sipil Negara berkontribusi dalam pengadaan hewan kurban. Relevansinya RPJMD Provinsi Jambi 2025–2029 : Ini mencerminkan penguatan nilai-nilai integritas, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam Pembangunan, yang bisa diperkuat melalui pendekatan sosial-keagamaan.

Bacaan Lainnya

Dampak Jangka Panjang : Keseimbangan Ekonomi dan Spiritual;
Ibadah kurban dilihat tidak hanya dari sisi ibadah, tapi juga sebagai bagian dari ekonomi spiritual masyarakat yakni kegiatan keagamaan yang menumbuhkan ekonomi lokal, distribusi keadilan, dan pembangunan karakter.

Baca Juga:  Gubernur Al Haris Dikukuhkan Sebagai Anggota Kehormatan PPAD Jambi

Selain sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian sosial, ibadah kurban memiliki beberapa makna mendalam lainnya yang dapat dimaknai secara spiritual, psikologis, dan bahkan sosiologis. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri : ego, kesombongan, tamak, dan cinta dunia yang berlebihan. Dalam kehidupan Masyarakat Jambi yang dikenal beradat dan beragama, kurban menjadi momen menata niat dan memperkuat kesadaran diri untuk hidup lebih bersih hati. Kurban mengajarkan bahwa tiada keberhasilan tanpa pengorbanan. Seorang petani yang sukses harus berkorban tenaga dan waktu di sawah. Seorang pemimpin yang berhasil harus berkorban kenyamanan demi rakyat. Di Jambi, semangat pengorbanan ini hidup dalam budaya bergotong-royong, merawat ladang, memperbaiki jalan desa, dan mendirikan surau.

Kurban mengajarkan bahwa dalam setiap rezeki yang kita terima, ada hak orang lain yang harus disampaikan. Agar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jambi, semangat kurban menjadi pengingat agar kita tak lupa berbagi dengan saudara-saudara kita yang belum seberuntung kita—baik di kota maupun di desa-desa terpencil. Melalui pembagian daging kurban, kita diajak untuk merasakan rasa bahagia. Orang kaya dan miskin sama-sama makan daging dalam hari yang sama. Ini adalah wujud keadilan sosial yang nyata, sesuatu yang sangat penting dalam membangun Provinsi Jambi yang inklusif dan harmonis.

Baca Juga:  Gubernur Jambi Apresiasi Program "One Village One CEO" IPB: Cetak Pengusaha Muda dari Desa

Idul Adha bukan sekadar ritual. Ia adalah ajakan untuk menyucikan niat, memperkuat persatuan, dan memperluas manfaat di Jambi yang kita cintai ini, semoga semangat berkurban terus tumbuh dan menjadi Motivasi bagi masa depan yang lebih adil dan Sejahtera. (*)

Oleh: Fahmi Rasid
Sekretaris PUSDIKLAT LAM Provinsi Jambi

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *