“Target awal kami empat hari, tetapi karena hujan sering turun di wilayah ini, bisa saja pengerjaannya molor hingga seminggu,” tambahnya.
BPJN terus berupaya mempercepat pemasangan jembatan darurat ini. Sementara itu, untuk perbaikan secara permanen, pihaknya masih dalam tahap perencanaan.
Diketahui, jalan lintas yang menghubungkan Jambi dan Sumatera Barat ini putus sejak Minggu sore akibat luapan sungai yang menghantam badan jalan. Lokasi kejadian berada di Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.
Sebagai langkah sementara, akses lalu lintas saat ini dialihkan melalui jalan alternatif yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi Jambi dan Sumatera Barat guna memastikan kelancaran mobilitas warga. (one)
Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

