Sementara itu, Dedi, Koordinator Lapangan Pertamina, mengaku sudah melakukan survei dengan pengecekan rumah warga yang retak. Untuk kebisingan, Dedi mengaku suara yang dikeluarkan hasil pengukuran hanya 80 desibel.
Menurutnya, itu masih aman dan normal. Kebisingan yang melebihi ambang batas manusia, kata dia, adalah apabila telinga warga sudah mengeluarkan darah.
Jika belum pada tahap itu, tentunya masih normal. “Kami terima laporan dari warga, dan disampaikan ke manajemen. Secepatnya akan diproses,” kata Dedi.
Menanggapi protes ini, Pertamina berjanji akan menanggapi keluhan warga dan melakukan evaluasi terhadap dampak dari aktivitas pengeboran tersebut.
Perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan masyarakat setempat guna mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. (one)







