Protes Ibu-Ibu di Muaro Jambi, Pengeboran Minyak Sebabkan Rumah Retak-retak

Ibu-ibu di Muaro Jambi protes pengeboran minyak yang diduga picu rumah retak-retak. Foto: Dimas Sanjaya/detikcom

Sementara itu, Dedi, Koordinator Lapangan Pertamina, mengaku sudah melakukan survei dengan pengecekan rumah warga yang retak. Untuk kebisingan, Dedi mengaku suara yang dikeluarkan hasil pengukuran hanya 80 desibel.

Menurutnya, itu masih aman dan normal. Kebisingan yang melebihi ambang batas manusia, kata dia, adalah apabila telinga warga sudah mengeluarkan darah.

Bacaan Lainnya

Jika belum pada tahap itu, tentunya masih normal. “Kami terima laporan dari warga, dan disampaikan ke manajemen. Secepatnya akan diproses,” kata Dedi.

Menanggapi protes ini, Pertamina berjanji akan menanggapi keluhan warga dan melakukan evaluasi terhadap dampak dari aktivitas pengeboran tersebut.

Perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan masyarakat setempat guna mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *