“Kalau pagi-pagi motor sulit menyala, bisa jadi ada masalah di sistem injeksinya. Jangan tunggu sampai mesin mogok di tengah jalan,” tambahnya.
Selain itu, lampu indikator check engine yang menyala di panel dashboard juga merupakan peringatan yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau lampu indikator menyala, itu sudah sinyal dari ECU bahwa ada masalah di sistem injeksi atau sensor lain. Pemilik motor sebaiknya segera memeriksakan kendaraannya ke bengkel,” jelas Purnomo.
Baca Juga : Daftar Motor yang Terancam Tak Bisa Isi Pertalite, Ada Vario hingga Satria R
Untuk mencegah masalah ini, Purnomo menyarankan pemilik motor injeksi melakukan servis rutin setiap 4.000 hingga 6.000 kilometer.
“Servis rutin itu penting, terutama membersihkan injektor dan mengecek komponen elektronik. Kalau dibiarkan, motor bisa mengalami kerusakan lebih serius,” tutupnya. Dengan perawatan yang tepat, motor injeksi bisa tetap dalam kondisi prima dan awet digunakan untuk jangka waktu yang lama. Jangan tunda servis jika sudah muncul tanda-tanda kerusakan pada motor Anda. (one)













