-
Sinkronisasi Data: Saat scan dilakukan, operator SPBU akan mencocokkan nomor polisi yang muncul di layar monitor dengan pelat nomor kendaraan.
-
Kuota Harian: Jika barcode digunakan untuk mobil lain, maka kuota harian kendaraan asli akan berkurang atau habis, sehingga pemilik asli tidak bisa mengisi BBM di hari yang sama.
-
Pemblokiran Akun: Sistem Pertamina memiliki kemampuan untuk mendeteksi anomali transaksi. Jika ditemukan penggunaan yang tidak wajar, akun tersebut berisiko diblokir.
Bagaimana Jika Memiliki Lebih dari Satu Mobil?
Bagi masyarakat yang memiliki lebih dari satu unit kendaraan, Pertamina menyarankan untuk mendaftarkan masing-masing kendaraan tersebut ke akun MyPertamina yang sama.
“Satu akun MyPertamina bisa digunakan untuk mendaftarkan beberapa kendaraan. Nanti setiap kendaraan akan mendapatkan QR Code yang berbeda-beda sesuai dengan data STNK masing-masing,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk mencetak (print) QR Code tersebut dan menempelnya di kendaraan atau menyimpannya di ponsel agar mempermudah proses transaksi di SPBU.
Hingga saat ini, Pertamina terus mendorong digitalisasi ini guna memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak dan mencegah terjadinya penyelewengan di lapangan.







