Vokal di “Forum Keadilan”
Nama Ermanto Usman sempat mencuri perhatian publik setelah ia tampil dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025. Dalam tayangan berjudul “PELINDO BONEKA PT.HUTCHINSON (HONGKONG)… ADA PEMERINTAH DI ATAS PEMERINTAH…!!!”, Ermanto membeberkan dugaan kerugian negara dalam kerja sama antara Pelindo dan Hutchison Port Holdings (Hong Kong).
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan audit BPK RI, kontrak baru antara PT Pelindo II dengan pihak asing tersebut terindikasi merugikan keuangan negara hingga US$360 juta atau setara Rp4,08 triliun.
“Saya ada tiga permintaan. Satu, pemerintah harus mereformasi Pelindo. Kedua, lakukan audit investigasi menyeluruh. Ketiga, usut kasus korupsi siapapun yang terlibat,” tegas Ermanto dalam podcast tersebut.
Indikasi Pembungkaman
Kematian Ermanto memicu reaksi keras dari anggota DPR RI Fraksi PDI-P, Rieke Diah Pitaloka. Melalui akun Instagram pribadinya, Rieke menilai ada kejanggalan di balik motif perampokan tersebut.
“Saya melihat ada indikasi kuat ini bukan sekadar pembunuhan, melainkan bentuk pembungkaman terhadap seseorang yang bersuara soal dugaan korupsi di sektor pelabuhan,” tulis Rieke.
Rieke menekankan bahwa Ermanto adalah sosok yang konsisten menyuarakan hati nuraninya terkait perpanjangan kontrak JICT yang dianggap bermasalah. Ia pun meminta pihak kepolisian dan KPK untuk mengusut tuntas dalang di balik kejadian ini.
“Orang bisa saja dibungkam, tetapi kebenaran tidak boleh ikut dikubur,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah motif di balik tewasnya Ermanto murni perampokan atau berkaitan dengan aktivitasnya sebagai aktivis antikorupsi.






