Portalone.net – Pemerintah Spanyol memutuskan untuk mengirimkan kapal fregat tercanggihnya, Christopher Columbus, ke Siprus. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Mediterania Timur setelah ancaman pemutusan hubungan dagang oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan pada Kamis (5/3/2026), bahwa kapal tersebut akan bergabung dalam misi bersama kapal induk Perancis, Charles de Gaulle, serta armada dari Yunani.
Pengerahan kekuatan militer ini bertujuan untuk berjaga-jaga di wilayah Siprus yang sebelumnya menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) pada Minggu (1/3/2026).
Pihak Kemhan Spanyol menegaskan bahwa kehadiran kapal fregat tersebut memiliki misi spesifik, terutama dalam hal pertahanan udara dan misi kemanusiaan.
“Kapal fregat ini akan memberikan perlindungan dan pertahanan udara, serta mendukung proses evakuasi warga sipil,” demikian pernyataan resmi Kemhan Spanyol sebagaimana dikutip dari The Straits Times.
Langkah Madrid ini menandai perubahan posisi setelah sebelumnya Spanyol bersikeras menolak pangkalan militernya digunakan untuk menyerang Iran. Spanyol berdalih bahwa penggunaan pangkalan hanya boleh dilakukan “dalam kerangka hukum internasional” dan demi kepentingan “kemanusiaan”.
Perubahan sikap Spanyol ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras. Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Madrid jika Spanyol menolak memberikan akses pangkalan militer untuk operasi melawan Iran.
“Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol,” tegas Trump.
Baca Juga:
Trump sebelumnya memang mendesak negara-negara Eropa untuk mengizinkan pangkalan militer mereka digunakan sebagai titik peluncuran serangan udara guna membalas serangan Iran.
Simpang Siur Pemilik Drone
Terkait serangan yang terjadi di Siprus pada akhir pekan lalu, awalnya muncul tudingan bahwa drone tersebut milik Iran. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris memberikan klarifikasi terbaru.
Meski drone yang menyerang pangkalan AU Inggris di Akrotiri menyerupai jenis Shahed, Kemhan Inggris memastikan bahwa pesawat nirawak tersebut tidak diluncurkan dari wilayah Iran.
Kondisi serupa juga dialami Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer akhirnya mengizinkan AS menggunakan pangkalan mereka di Siprus setelah sempat menolak. Sehari setelah izin diberikan, pangkalan udara Akrotiri langsung dihantam serangan yang menyebabkan kerusakan terbatas.
Inggris sendiri diketahui memiliki dua wilayah berdaulat di Siprus, yakni Akrotiri dan Dhekelia, yang secara hukum merupakan wilayah teritorial Inggris.






