Pepi menyebut kejadian tersebut bukan kali pertama. Ia mengungkapkan pada 12 Januari 2026 lalu sempat ditemukan belatung pada sayuran, serta buah melon yang sudah berlendir. “Pertama ditemukan belatung pada sayuran, kedua buah melon yang dibagikan sudah berlendir, ketiga telur mentah. Ini berulang,” ujarnya.
Pihak SPPG dari Yayasan Amanah Permas Agung turut memberikan penjelasan. Kepala SPPG, Rasudin, mengakui ada telur mentah yang terdistribusikan kepada siswa SMAN 1 Cigemblong, dengan jumlah sekitar 15 kilogram.
“Sekitar 15 kilogram,” kata Rasudin. Ia mengeklaim kejadian tersebut bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian petugas dapur saat proses pengemasan. Menurutnya, telur mentah dan telur matang diletakkan berdekatan sehingga berpotensi tercampur.
“Ini bukan unsur kesengajaan, melainkan kelalaian dalam proses kerja,” ujarnya. Rasudin menyatakan pihaknya akan memperketat pengawasan dan meningkatkan kedisiplinan petugas, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan, agar kejadian serupa tidak terulang.













