Menurut Dody, korban terakhir berada di area yang sama dengan enam korban yang lebih dulu ditemukan. “Posisi satu areal dengan yang enam kemarin ditemukan,” ujarnya.
Evakuasi Terkendala Tebing Curam
Meski seluruh korban telah ditemukan, proses evakuasi masih menghadapi tantangan medan. Dody menyebut lokasi korban berada di cekungan tebing curam/jurang dekat aliran air jalur yang bisa berubah menjadi arus deras saat hujan.
“Lokasinya di cekungan tebing atau jurang seperti sungai… tapi posisinya di darat,” kata Dody. Ia menegaskan evakuasi tetap dilakukan dengan teknik khusus.
Sebagian Korban Masih Dalam Proses Angkut
Dody menambahkan, dari lima korban yang ditemukan sebelumnya, dua sudah mendekati titik penjemputan dan tiba di lanud, sementara tiga lainnya masih dalam proses evakuasi. Tim juga masih berupaya mendekatkan paket evakuasi ke titik penjemputan helikopter.
“Untuk evakuasi yang lima kemarin, dua sudah sampai di lanud… masih kita tunggu tiga yang belum…,” ujarnya.
Tim berharap cuaca membaik agar seluruh korban dapat segera diangkat menggunakan helikopter.
Latar Belakang Kejadian
Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat penerbangan Yogyakarta–Makassar. Pesawat membawa 10 orang tujuh kru dan tiga penumpang ketika hilang kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung.







