Portalone.net – Mantan Menteri Pertahanan Israel yang juga pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, melontarkan tudingan tajam terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Lieberman menyebut Netanyahu berpotensi melancarkan operasi militer baru menjelang pemilihan umum demi mempertahankan kekuasaan di tengah persaingan politik yang kian memanas.
Tudingan tersebut disampaikan Lieberman dalam sebuah acara publik di Herzliya, Israel tengah, pada Selasa (13/10), sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Israel Hayom dan Kantor Berita Anadolu.
Dalam pandangannya, Lieberman menilai Netanyahu lebih mementingkan kelangsungan karier politik pribadinya ketimbang aspek keamanan nasional Israel. Ia menduga segala kalkulasi strategis saat ini diarahkan untuk memengaruhi peta politik menjelang hari pencoblosan pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.
“Saya tidak ragu bahwa Netanyahu secara aktif berupaya melakukan manuver militer sebelum pemilihan, baik terhadap Iran, Hizbullah, atau Hamas,” ujar Lieberman tegas, dikutip dari Anadolu Agency. Ia mengeklaim bahwa berbagai kebijakan kontroversial dan langkah militer yang diambil kerap kali digerakkan oleh ambisi untuk tetap berkuasa, bukan semata-mata pertimbangan objektif pertahanan negara.
Kritik keras tersebut juga berlanjut pada penolakan mutlak atas skenario koalisi masa depan. Lieberman secara terbuka menutup peluang bagi partainya untuk bergabung dalam pemerintahan yang dipimpin oleh kubu oposisi bersama Netanyahu kelak. Bahkan, ia mendesak agar veteran politik Israel tersebut segera meninggalkan panggung politik sepenuhnya.
“Netanyahu bahkan tidak layak menjabat sebagai menteri kerja sama regional di pemerintahan. Dia harus pergi,” cetus Lieberman.
Dinamika politik Israel sendiri tengah berada dalam fase krusial menyusul pembubaran parlemen (Knesset) pada 17 Juli lalu. Seluruh kontestan politik kini bersiap menghadapi pemilu nasional yang akan digelar pada 27 Oktober di tengah bayang-bayang ketegangan regional yang belum mereda.
