Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pengerahan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah di tengah memanasnya tensi Washington Teheran. Komando Pusat AS menyebut kapal induk itu dan tiga kapal pengawal kini beroperasi di Samudra Hindia sebagai bagian dari misi “mempromosikan keamanan dan stabilitas regional”.
Kedatangan “pangkalan udara terapung” itu membuka kembali spekulasi kemungkinan opsi militer AS terhadap Iran, setelah Trump melontarkan peringatan keras terkait penindakan aparat Iran terhadap gelombang demonstrasi dan ancaman eksekusi massal tahanan.
Sejumlah laporan menyebut USS Abraham Lincoln sebelumnya beroperasi di Indo-Pasifik dan mengubah haluan dari Laut China Selatan menuju kawasan tanggung jawab CENTCOM lebih dari sepekan terakhir, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Dalam laporan AP, Trump mengatakan armada itu dikerahkan “untuk berjaga-jaga” dan menambahkan, “mungkin kita tidak perlu menggunakannya.”
Menurut CBS News, gugus tempur ini terdiri dari USS Abraham Lincoln dan tiga destroyer rudal berpemandu: USS Frank E. Petersen Jr., USS Spruance, dan USS Michael Murphy. Di atas kapal induk, terdapat skuadron F/A-18E/F Super Hornet, EA-18G Growler (perang elektronik), F-35C, serta helikopter MH-60R/S.
AP menambahkan, para pengawal (destroyer) membawa persenjataan rudal dalam jumlah besar—yang bisa mencakup rudal jelajah Tomahawk untuk serangan darat—sementara kapal induk menyediakan sayap udara yang dapat dipakai untuk operasi serang dan patroli.













