Trump Kerahkan Gugus Tempur USS Abraham Lincoln, Ketegangan AS–Iran Kian Panas

Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) saat mengisi bahan bakar dari kapal USNS Arctic (T-AOE 9) pada 8 Mei 2019.(US NAVY/JASON WAITE via AFP PHOTO)

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pengerahan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah di tengah memanasnya tensi Washington Teheran. Komando Pusat AS menyebut kapal induk itu dan tiga kapal pengawal kini beroperasi di Samudra Hindia sebagai bagian dari misi “mempromosikan keamanan dan stabilitas regional”.

Kedatangan “pangkalan udara terapung” itu membuka kembali spekulasi kemungkinan opsi militer AS terhadap Iran, setelah Trump melontarkan peringatan keras terkait penindakan aparat Iran terhadap gelombang demonstrasi dan ancaman eksekusi massal tahanan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah laporan menyebut USS Abraham Lincoln sebelumnya beroperasi di Indo-Pasifik dan mengubah haluan dari Laut China Selatan menuju kawasan tanggung jawab CENTCOM lebih dari sepekan terakhir, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dalam laporan AP, Trump mengatakan armada itu dikerahkan “untuk berjaga-jaga” dan menambahkan, “mungkin kita tidak perlu menggunakannya.”

Baca Juga:  China Tegas Hadapi Tarif Impor AS, Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil

Menurut CBS News, gugus tempur ini terdiri dari USS Abraham Lincoln dan tiga destroyer rudal berpemandu: USS Frank E. Petersen Jr., USS Spruance, dan USS Michael Murphy. Di atas kapal induk, terdapat skuadron F/A-18E/F Super Hornet, EA-18G Growler (perang elektronik), F-35C, serta helikopter MH-60R/S.

AP menambahkan, para pengawal (destroyer) membawa persenjataan rudal dalam jumlah besar—yang bisa mencakup rudal jelajah Tomahawk untuk serangan darat—sementara kapal induk menyediakan sayap udara yang dapat dipakai untuk operasi serang dan patroli.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *