Dampak Konflik Timur Tengah
Pasokan minyak global saat ini memang berada di bawah tekanan besar. Serangan gabungan yang diluncurkan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu telah melumpuhkan jalur distribusi vital.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak harian dunia, kini sulit dilintasi kapal tanker. Kondisi ini diperparah dengan berhentinya operasional sejumlah kilang minyak dan penutupan pabrik gas alam cair (LNG) di kawasan Timur Tengah.
Masih dalam Batas Wajar?
Meski kenaikan harga belakangan ini memicu kekhawatiran publik, sejumlah analis meminta pasar untuk tetap tenang. Jika dibandingkan dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 lalu, harga saat ini dinilai masih relatif terkendali.
“Penting untuk melihat ini secara proporsional. Meskipun harga naik hampir 20 persen bulan ini, posisinya saat ini hanya sekitar 3,40 dollar AS di atas rata-rata empat tahun terakhir,” ungkap Tony Sycomore, analis dari IG.
Sebagai perbandingan, pada krisis tahun 2022, harga minyak sempat menembus angka psikologis di atas 100 dollar AS per barel.






