Bukan Cuma Soal Jalan Rusak, Mengapa Kota Jambi Seperti “Mati Suri” Dibanding Palembang?

Potret Jalanan dan Tata Kota Jambi yang Tertinggal. (Foto: Ist)

Portalone.net – Perjalanan darat dari Sumatera Selatan menuju Provinsi Jambi kerap menghadirkan kontras visual yang mencolok. Begitu melintasi perbatasan, perbedaan ritme pembangunan langsung terasa nyata.

​Jika Palembang berdenyut cepat sebagai kota metropolitan lengkap dengan transportasi massal modern, jembatan megah, dan kawasan komersial tertata Jambi justru menyambut para pendatang dengan suasana yang jauh lebih lamban dan terkesan tertinggal.

​Padahal, sebagai sesama wilayah di Sumatera bagian selatan, Jambi menyimpan kekayaan alam yang tidak kalah melimpah. Lalu, apa yang membuat Jambi seolah berjalan di tempat?

​Dari segi tata ruang, laju perkembangan Kota Jambi kerap dikritik lambat dalam hal regenerasi estetika perkotaan. Jika dibandingkan dengan Palembang yang agresif menyulap kawasan tepian Sungai Musi menjadi ruang publik modern berstandar tinggi, kawasan ikonik di sepanjang Sungai Batanghari di Jambi masih minim sentuhan pembangunan kontemporer.

​Banyak bangunan pertokoan lama di pusat kota dibiarkan menua tanpa adanya regulasi peremajaan fasad yang terintegrasi. Akibatnya, Jambi kehilangan daya tarik visual yang biasanya menjadi magnet bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata urban.

​Tolok ukur paling kasat mata dari kemajuan sebuah daerah adalah kualitas infrastruktur jalannya. Di sinilah keluhan masyarakat Jambi paling sering mencuat.

​Ruas jalan, baik di dalam kota maupun jalur penghubung, kerap dikeluhkan karena permukaan yang tidak rata dan lambatnya penanganan lubang jalan. Kondisi ini semakin parah dengan tingginya mobilitas truk angkutan industri berat yang melintas tanpa pengawasan tonase yang ketat.

​Ketika urat nadi transportasi utama ini dibiarkan “sakit”, publik membaca sinyal lemahnya komitmen pemeliharaan serta kurangnya political will dari para pengambil kebijakan.

​Jambi sejatinya memiliki modal besar: posisi geografis yang strategis di lintas tengah Sumatera, kekayaan budaya Melayu yang kuat, serta potensi sumber daya alam yang masif.

​Namun, potensi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang berani melakukan lompatan (forward-thinking). Jambi harus mulai serius berbenah memperbaiki tata ruang, memprioritaskan kualitas infrastruktur dasar, dan memperketat tata kelola kota.

​Sudah saatnya Jambi melepaskan diri dari bayang-bayang kejayaan tetangga, bangkit dari kelambanan, dan membuktikan diri layak berdiri sejajar di kancah regional Sumatera.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan