Portalone.net – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus mempercepat langkah transformasinya di luar sektor energi fosil tradisional. Melalui anak usaha tidak langsungnya, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), emiten pertambangan batu bara terkemuka ini resmi menuntaskan akuisisi penuh atas perusahaan tambang asal Australia, Mount Margaret Mining Pty Ltd.
Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 26 Oktober 2026, nilai transaksi pengambilalihan dua lembar saham yang diterbitkan Mount Margaret tersebut mencapai USD22 juta. Aksi korporasi ini memastikan BRA kini memegang 100% kepemilikan saham secara tidak langsung.
Manajemen BUMI menegaskan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan cetak biru diversifikasi bisnis perseroan. Melalui ekspansi ini, BUMI optimistis dapat memperkuat portofolio aset global sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.
Langkah ekspansi ke Negeri Kanguru bukan kali ini saja dilakukan BUMI pada paruh kedua 2026. Sebelumnya, melalui BRA, BUMI juga telah merampungkan akuisisi penuh atas perusahaan tambang Australia lainnya, Loyal Metals Ltd (Loyal), pada Jumat, 4 September 2026.
Direktur BUMI, Sri Dharmayanti, mengungkapkan bahwa perseroan mengeksekusi sebanyak 175.710.515 lembar saham atau setara dengan 100% kepemilikan di Loyal Metals Ltd. Total nilai transaksi strategis tersebut mencapai Rp1.004.742.244.136,50 atau setara dengan AUD79.069.731,75.
Kedua akuisisi beruntun ini menegaskan komitmen BUMI dalam memperluas diversifikasi komoditas tambang di luar batu bara, guna menghadapi siklus komoditas global yang dinamis.
Aksi korporasi yang agresif ini turut ditopang oleh kinerja fundamental keuangan BUMI yang solid sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, perseroan membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga USD58,85 juta, meroket tajam dibanding perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar USD20,40 juta.
Kenaikan profitabilitas tersebut mengerek laba per saham dasar (Earnings Per Share/EPS) BUMI dari USD0,05 menjadi USD0,16 per lembar saham.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan total penjualan dan pendapatan usaha sebesar 27,85% menjadi USD866,75 juta, dibandingkan pendapatan pada semester I-2025 yang senilai USD677,93 juta. Meskipun beban pokok penjualan terkerek naik menjadi USD720,84 juta, efisiensi operasional berhasil mempertahankan laba bruto di level USD145,90 juta, tumbuh positif dari USD107,02 juta pada periode sebelumnya.
Dari sisi neraca keuangan, total aset BUMI tercatat meningkat menjadi USD4,59 miliar per akhir Juni 2026, naik dari posisi USD4,21 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas perseroan tercatat sebesar USD1,64 miliar (terdiri atas liabilitas jangka pendek USD763,56 juta dan jangka panjang USD878,62 juta), sementara total ekuitas menguat signifikan menjadi USD2,95 miliar.
Sentimen positif dari rangkaian aksi korporasi dan kinerja keuangan yang impresif turut direspons oleh pelaku pasar. Pada sesi I perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, saham BUMI bergerak menguat tipis ke level Rp144 dari harga pembukaan di Rp140 per saham.
Secara teknikal dan historis, saham BUMI mencatatkan penguatan sebesar 12,80% dalam sepekan terakhir, dengan rentang pergerakan harga di kisaran Rp117 hingga Rp146. Meskipun secara bulanan dan year-to-date (YTD) masih berada dalam tekanan koreksi pasar sejalan dengan normalisasi sektor pertahanan komoditas kinerja jangka panjang BUMI menunjukkan ketahanan dengan apresiasi harga sebesar 5,22% dalam setahun terakhir, serta kenaikan hingga 88% dalam rentang waktu lima tahun.
Dari sisi metrik valuasi, saham BUMI saat ini diperdagangkan dengan rasio Price to Earnings Ratio (PER) berbasis trailing twelve months (TTM) di level 26,21 kali (atau PER disetahunkan di kisaran 26,03 kali), serta Price to Book Value (PBV) di level 1,77 kali. Adapun rasio Price to Sales (P/S) tercatat pada 1,94 kali, dengan rasio Price to Cash Flow yang sehat di level 4,08 kali, mencerminkan fundamental arus kas yang solid di tengah ekspansi masif yang sedang dijalankan perseroan.

