Danantara Siap Borong Saham BUMN Saat IHSG Anjlok di Bawah Level 5.000

CEO Danantara Rosan Roeslani (kiri) bersama Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan keterangan pers perkembangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Portalone.net – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan akan menambah kepemilikan saham emiten di pasar modal, khususnya pada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) berfundamental kuat. Langkah ini diambil di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan hingga di bawah level 5.000.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa fluktuasi pasar merupakan dinamika yang wajar. Menurutnya, keputusan investasi Danantara akan tetap berfokus pada kekuatan fundamental perusahaan sasaran.

“Kalau bagus ya kita beli, terutama saham-saham BUMN. Dan nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek, terutama sekali saham-saham yang bagus, yang fundamentalnya bagus,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Ia menilai penurunan indeks bukan hambatan utama selama kinerja keuangan korporasi tetap solid. “Itu kan biasa dinamika. Yang paling penting tuh sebetulnya fundamental kita bagus. Karena itu, nanti di Danantara Investment juga akan menambah kepemilikannya. Sayang dong,” imbuhnya. Kendati demikian, Dony belum merinci daftar emiten yang menjadi target investasi maupun total alokasi dana yang disiapkan.

Pernyataan Danantara muncul di tengah tekanan berat yang melanda pasar keuangan domestik. Pada perdagangan Senin (19/10), IHSG ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64 persen ke level 4.996.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp25,06 triliun dengan volume 33,93 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali. Tekanan tersebut semakin membesar setelah mayoritas emiten melemah—tercatat 656 saham turun, 100 saham menguat, dan 43 saham stagnan.

Tekanan pada bursa domestik ini juga terjadi beriringan dengan rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengonsultasikan perubahan status pasar modal Indonesia dari kategori emerging market (pasar berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri). Dalam pengumumannya pada Jumat (16/10), MSCI menyebutkan bahwa keputusan final akan dirilis paling lambat pada 30 Juni 2027, menyusul penilaian bahwa reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten.

Di sisi lain, menanggapi proses transformasi bursa yang sedang berjalan, Dony menilai proses demutualisasi bursa berlangsung dengan baik dan memang diperlukan sebagai bagian dari pembenahan pasar modal nasional ke depan.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan