Listrik Padam Belasan Jam, Warga Geruduk Kantor PLN UP3 Tanjungpinang

Suasana saat puluhan warga mendatangi kantor UP3 PT PLN Persero di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu dini hari.

Portalone.net – Puluhan warga yang didominasi oleh pemuda mendatangi kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT PLN (Persero) di Jalan Bakar Batu, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026) dini hari. Aksi ini dipicu oleh pemadaman listrik total yang berlangsung lama dan dinilai merugikan masyarakat.

Pemadaman listrik di kota berjuluk Kota Gurindam tersebut diketahui terjadi sejak Selasa (13/10) pukul 14.15 WIB dan baru kembali menyala pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.35 WIB.

“Kami ke sini sudah tidak tahan lagi, kalau pemadaman bergilir-gilir hanya sebentar, ini sudah keterlaluan dan cukup lama mati listriknya,” teriak Ardi, salah seorang warga, di depan Kantor UP3 PLN Tanjungpinang.

Ardi bersama rekan-rekannya menuntut kejelasan pihak manajemen PLN terkait pemadaman yang melanda Pulau Bintan, yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menurutnya, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan serta tidak merata antardaerah telah memicu kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik milik warga.

“Ada yang sebentar hidup ada yang lama matinya. Barang elektronik rusak di rumah karena hidup-mati secara tidak menentu,” tambahnya.

Menanggapi aksi tersebut, Team Leader K3 dan Keamanan PLN UP3 Tanjungpinang, Heru Eka Saputra, memberikan penjelasan di hadapan warga. Ia memaparkan bahwa kelistrikan di Pulau Bintan dan Batam menggunakan sistem interkoneksi jaringan distribusi transmisi.

Pasokan daya dialirkan melalui kabel laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih dari 17,9 kilometer yang bersumber dari pembangkit di Batam—seperti PLTU Tanjung Kasam—melalui Pulau Ngenang, Tanjung Sauh, Tanjung Tal, hingga Tanjung Uban di Bintan.

“Sekarang pasokan daya listrik belum sepenuhnya masuk ke Pulau Bintan. Sehingga pasokan listrik di Pulau Bintan disuplai dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang ada,” jelas Heru.

Berdasarkan data PLN, kebutuhan listrik di Pulau Bintan dan Tanjungpinang berkisar antara 90 hingga 100 MW. Sementara itu, daya cadangan yang dimiliki UP3 PLN Tanjungpinang saat ini hanya sekitar 30 sampai 34 MW, sehingga menyebabkan defisit pasokan yang memaksa pihak PLN melakukan pemadaman bergilir.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak PLN dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Tanjungpinang, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang pagi.

Kendati demikian, para warga berencana kembali mendatangi kantor UP3 PLN Tanjungpinang pada Rabu siang untuk menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar guna menuntut solusi konkrit atas krisis listrik yang melanda wilayah mereka.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan