Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons keras menyusul serangan mematikan yang mengguncang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Insiden penyerangan tersebut dilaporkan menewaskan 12 orang, melukai ratusan lainnya, serta merenggut nyawa seorang warga negara AS.
Dilansir dari Aljazeera dan Reuters, Trump menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang “mengerikan”. Menyikapi eskalasi konflik di kawasan tersebut, ia bahkan membuka opsi bagi Washington untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam melancarkan serangan balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman, serta mempertimbangkan kembali dimulainya aksi militer terhadap Iran.
“Orang Saudi adalah pejuang yang hebat, tetapi menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan,” ujar Trump pada Sabtu (10/10) waktu setempat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengonfirmasi jatuhnya korban dari pihak Amerika. Dari total 12 korban tewas, delapan di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA).
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) merinci identitas korban tewas meliputi:
-
2 orang warga negara Bangladesh
-
1 orang warga negara Amerika Serikat
-
1 orang warga negara Mesir
-
1 orang warga negara Yordania
-
1 orang warga negara Suriah
-
1 orang warga negara Palestina
-
1 orang warga negara Sudan
Selain korban meninggal dunia, serangan ini menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Sejumlah korban menderita luka parah dan kini tengah menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di sekitar wilayah bandara.
Akibat guncangan serangan tersebut, operasional penerbangan di Bandara Internasional King Khalid sempat terhenti sementara. Pihak GACA menyatakan bahwa tim berwenang masih terus melakukan investigasi mendalam serta menghitung total kerugian material dan kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh insiden ini.
