Portalone.net – Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat dengan laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City. Turnamen edisi kali ini menghadirkan format baru dengan 48 peserta dan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, menilai bahwa luasnya wilayah penyelenggaraan akan menciptakan tantangan unik yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan. Menurut mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, dan timnas Inggris tersebut, faktor iklim bisa menjadi salah satu penentu penting dalam perjalanan tim menuju gelar juara.
Dalam kolomnya untuk La Gazzetta dello Sport, Capello menyoroti perbedaan kondisi cuaca yang cukup ekstrem di berbagai kota tuan rumah. Ia menilai pertandingan yang dimainkan di Kanada akan berlangsung dengan intensitas dan tempo berbeda dibandingkan laga yang digelar di kawasan yang lebih panas seperti Meksiko maupun Miami.
“Hal pertama yang sering diremehkan adalah perbedaan besar antara kota-kota tuan rumah dan bagaimana hal itu akan memengaruhi pertandingan,” tulis Capello.
Menurutnya, suhu tinggi akan memengaruhi ritme permainan dan kondisi fisik pemain sepanjang turnamen. Meski demikian, keberadaan aturan lima pergantian pemain diyakini dapat membantu tim mengatasi tantangan tersebut.
“Suhu akan sangat berpengaruh. Namun, untungnya setiap tim memiliki lima pergantian pemain. Secara umum, saya melihat Piala Dunia ini akan menjadi panggung bagi teknik dan kualitas individu para pemain,” lanjutnya.
Perancis Jadi Unggulan Utama
Saat berbicara mengenai kandidat juara, Capello menempatkan Perancis sebagai tim yang paling siap untuk mengangkat trofi. Ia menilai Les Bleus memiliki kombinasi ideal antara kualitas individu, kedalaman skuad, dan mental juara.
Keberhasilan klub-klub Perancis, terutama Paris Saint-Germain di level Eropa, disebutnya sebagai salah satu indikator kuat perkembangan sepak bola negara tersebut.
“Di atas semuanya ada Perancis. Mereka memiliki mentalitas, ambisi, dan determinasi yang luar biasa. Dengan pemain seperti Michael Olise dan sederet talenta menyerang lainnya, kualitas mereka bahkan cukup untuk membentuk dua tim yang kompetitif,” ujar Capello.
Selain Perancis, mantan pelatih timnas Rusia itu juga memasukkan Spanyol dan Inggris ke dalam daftar favorit. Spanyol dinilai masih mempertahankan identitas permainan yang kuat setelah sukses di turnamen besar terakhir, sementara Inggris dianggap semakin matang di bawah arahan Thomas Tuchel.
Capello secara khusus memuji keputusan Tuchel yang berani membentuk skuad sesuai visinya, termasuk meninggalkan beberapa nama besar demi keseimbangan tim.
“Mereka memiliki Harry Kane yang sedang berada dalam fase sangat menentukan dalam kariernya. Inggris akan menjadi lawan yang berbahaya bagi siapa pun,” katanya.
Sebaliknya, Capello belum memasukkan Jerman ke dalam kelompok unggulan utama. Namun ia mengaku penasaran melihat perkembangan terbaru Die Mannschaft setelah beberapa tahun mengalami pasang surut performa.
Brasil dan Argentina Tak Bisa Diabaikan
Dari kawasan Amerika Selatan, perhatian Capello tertuju kepada Brasil yang kini ditangani Carlo Ancelotti. Ia percaya pengalaman dan kemampuan manajerial pelatih asal Italia tersebut bisa menjadi faktor pembeda di turnamen sebesar Piala Dunia.
“Ancelotti memahami segala aspek sepak bola. Dia tahu cara memotivasi pemain dan tidak terikat pada satu sistem tertentu. Secara psikologis dia sangat kuat, dan itu bisa menjadi pembeda bagi Brasil,” ungkap Capello.
Sementara itu, juara bertahan Argentina juga tetap masuk dalam radar. Meski tidak lagi hanya bergantung pada satu sosok, Albiceleste dinilai masih memiliki banyak pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan.
Capello secara khusus menyebut nama Lautaro Martinez dan Nico Paz sebagai pemain yang berpotensi menjadi pembeda selama turnamen berlangsung.
“Argentina memiliki banyak pemain yang bisa memenangkan pertandingan. Saya sangat menyukai Nico Paz dan saya yakin dia bisa memberikan kejutan besar di Piala Dunia ini,” tutup Capello.
Dengan kombinasi faktor cuaca, kualitas individu pemain, dan persaingan yang semakin merata, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling menarik dalam sejarah. Perancis, Spanyol, Inggris, Brasil, dan Argentina kini berada di garis depan perburuan trofi paling prestisius di dunia sepak bola.
