Portalone.net – Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya angkat bicara terkait polemik yang menimpa wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang gagal bertugas di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Padahal, Artan merupakan salah satu dari 52 wasit utama yang telah ditunjuk FIFA untuk memimpin pertandingan di turnamen akbar tersebut. Namun, impiannya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia harus kandas akibat kebijakan imigrasi Amerika Serikat.
Menurut laporan yang beredar, Artan sempat menjalani pemeriksaan ketat selama 11 jam oleh petugas imigrasi setibanya di AS. Dalam proses tersebut, ia mendapat berbagai pertanyaan terkait perjalanan, situasi politik Somalia, hingga kelompok militan al-Shabab yang masih aktif di negaranya.
Meski mengantongi visa yang sah dan dokumen perjalanan lengkap, Artan tetap tidak diizinkan masuk. Ia bahkan disebut sempat ditempatkan di sel tahanan sebelum akhirnya dipulangkan ke Istanbul, Turki.
“Saya rasa mereka punya masalah dengan negara saya. Saya punya dokumen yang lengkap dan semuanya benar. Saya punya visa yang sah,” ujar Artan, dikutip dari ESPN.
Kasus ini langsung memicu perhatian publik, mengingat Artan merupakan salah satu wasit paling berprestasi di Afrika dan telah dipercaya FIFA untuk tampil di berbagai ajang internasional.
Menanggapi situasi tersebut, Gianni Infantino mengaku menyesalkan apa yang terjadi. Namun, pria asal Swiss itu menegaskan bahwa FIFA memiliki keterbatasan karena persoalan tersebut berada di ranah hukum dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi pada Omar. Tapi kita tidak bisa mengendalikan segalanya. Kita berusaha, kita berdiskusi, dan kita akan berbicara,” kata Infantino dalam konferensi pers yang dikutip Sky Sports.
Infantino juga meminta semua pihak untuk tetap tenang sembari menunggu upaya penyelesaian yang sedang dilakukan FIFA.
“Mungkin terkadang ada baiknya juga untuk bersantai dan rileks. Kita mengerjakan semuanya dan mencoba menyelesaikan semuanya. Terkadang, berteriak dan marah-marah justru memberikan efek sebaliknya, yaitu menghambat pencarian solusi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Infantino menegaskan bahwa FIFA bukan lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan pemerintah suatu negara.
“Percayalah atau tidak, kami selalu berusaha mencari solusi. Kami bukanlah raja dunia yang bisa memerintah pemerintah dan kepolisian; kami adalah organisasi olahraga,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah FIFA masih memiliki peluang untuk memperjuangkan keikutsertaan Artan di Piala Dunia 2026. Yang jelas, absennya wasit terbaik Afrika tersebut menjadi salah satu kontroversi terbesar yang mengiringi pelaksanaan turnamen tahun ini.
