Portalone.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 sekaligus Hari Bidan Internasional Tahun 2026, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Provinsi Jambi berkolaborasi bersama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pelayanan imunisasi dan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Kegiatan ini dilaksanakan di Praktik Bidan Lia Nurmala, Kecamatan Eka Jaya, dan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, serta keluarga di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh wakil gubernur. Dalam sambutannya, beliau menegaskan. peran bidang tidak hanya pelayanan persalinan juga konseling pelayanan kontrasepsi. ini menjadi kunci dalam meningkatkan cakupan kepesertaan berKB.
Momentum peringatan HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional tahun ini turut diisi dengan pelaksanaan pelayanan KB serentak nasional yang berlangsung mulai 29 April hingga 22 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara IBI dan Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas melalui pelayanan kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Provinsi Jambi menargetkan sebanyak 12.117 peserta KB pasca persalinan yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peran aktif para bidan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini, jumlah bidan di Provinsi Jambi mencapai 8.045 orang, termasuk 465 bidan praktik mandiri yang turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong optimalisasi pelayanan KB di tingkat praktik mandiri bidan. Diharapkan setiap bidan praktik mandiri dapat melayani minimal lima peserta KB setiap harinya, khususnya pada penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dinilai lebih efektif dalam mendukung perencanaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga:
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan kependudukan yang menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data yang disampaikan, angka Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Jambi saat ini berada di angka 2,24. Selain itu, angka perkawinan dini pada usia 15–19 tahun di Provinsi Jambi masih tergolong tinggi, yakni mencapai 26 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan risiko stunting, kesehatan ibu dan anak, serta kualitas generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, edukasi kepada remaja dan masyarakat mengenai pentingnya menikah pada usia ideal juga terus digencarkan. Usia ideal pernikahan dianjurkan pada usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki sebagai langkah preventif untuk membangun keluarga yang sehat, matang, dan berkualitas.
Kolaborasi antara IBI dan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi diharapkan dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pencegahan stunting demi terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.






