Meski secara umum stabil, petugas menemukan pedagang yang menjual Minyak Kita sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Minyak tersebut dijual Rp16.000 per liter dengan alasan keterbatasan uang kecil untuk kembalian.
“Ada yang menjual Rp16.000 per liter dengan alasan keterbatasan uang kecil untuk kembalian. Namun tetap kami ingatkan agar menjual sesuai HET supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.
Petugas juga menemukan satu merek beras premium dijual Rp15.600 per kilogram, sedikit di atas HET Rp15.400 per kilogram. Pengecer diminta menyesuaikan harga sesuai ketentuan.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan pemantauan ini merupakan arahan Kapolda sebagai upaya menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Polda Jambi akan terus melakukan pengawasan bersama instansi terkait agar distribusi lancar, stok aman, dan tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar aturan,” ujar Erlan.
Kabid Humas menegaskan pengawasan harga dan distribusi bahan pokok akan terus dilakukan secara berkala bersama instansi terkait. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.













