Setelah melakukan penyelidikan awal, sebanyak 17 personel kepolisian dikerahkan untuk menggerebek lokasi, dipimpin langsung oleh Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto.
Saat tim kepolisian tiba di arena sabung ayam, situasi awalnya tampak normal. Namun, secara tiba-tiba, mereka diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal.
Akibatnya, tiga anggota kepolisian tewas di tempat. Jenazah ketiga korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.
Setelah kejadian, dua anggota TNI yang diduga sebagai pelaku penembakan akhirnya menyerahkan diri dan telah ditahan. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, membenarkan bahwa kedua terduga pelaku kini berada dalam tahanan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) di Mako Kodim 0427/Way Kanan.
Rudianto menegaskan bahwa konflik antara TNI dan Polri harus segera diselesaikan melalui koordinasi tingkat elite. Tanpa langkah konkret dari para pimpinan, kejadian serupa dikhawatirkan dapat terulang di masa depan dan mengganggu soliditas antar-institusi keamanan negara.
“Kita butuh penyelesaian di tingkat pimpinan. Jika tidak, ini akan terus menjadi masalah yang merugikan kedua institusi dan mencoreng citra penegakan hukum di Indonesia,” pungkasnya. (one)













