Alasan Prabowo Gembleng Kabinetnya di Akmil

Prabowo Saat melakukan kegiatan Akmil Bersama para Menteri di AKMIL Magelang (Foto/Istimewa)

Lely juga menyampaikan bahwa di dalam postur Kabinet Merah Putih terdapat perbedaan latar belakang antara menteri dan wakil menteri dalam satu kementerian. Hal ini dapat memicu ego sektoral yang bisa menghambat kinerja kementerian tersebut.

Oleh karena itu, kegiatan di Akmil Magelang juga bertujuan untuk mengikis ego sektoral, baik di dalam kementerian maupun antar kementerian atau lembaga, yang diakui masih terjadi di pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Ini juga bagian dari hal yang ingin dikikis oleh Pak Prabowo mengenai ego sektoral, karena latar belakang yang berbeda-beda seperti politisi, profesional, akademisi, artis, seniman, atau agamawan, tentu membawa kepentingan masing-masing yang bisa memunculkan ego sektoral yang berbeda,” katanya.

“Jadi di sini, Prabowo seolah ingin menyampaikan bahwa yang dibutuhkan adalah kerja sama tim dan kekompakan. Jadi, apa pun yang dilakukan hanya ada visi dan misi presiden, bukan visi dan misi menteri, wakil menteri, utusan khusus, dan lainnya,” tambah Lely.

Baca Juga:  Prabowo Kunjungi Aceh Tamiang, Tinjau Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Banjir

Selain itu, Lely berharap agar jumlah menteri yang cukup banyak ini dapat berkoordinasi dan bekerja secara efektif. Ia menekankan bahwa kabinet yang besar ini tidak boleh berjalan lamban atau malah menjadi beban bagi presiden.

“Karena ada satu kementerian yang wakil menterinya 3, ada utusan khusus, jadi apa yang dilakukan Pak Prabowo kita berharap Jangan sampai kabinetnya gemoy ini justru menempelkan lemak-lemak yang tidak sehat kepada Pak Prabowo,” ucapnya.

“Dengan kabinet yang gemuk ini mereka semua bisa bekerja sesuai dengan porsi dan tugas masing-masing yang sudah diamanatkan. Saya kira Pak Prabowo harus membagi dengan jelas peran mereka jangan sampai ada overlapping,” tandasnya. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait