- 450 VA: Rp 325/kWh
- 900 VA: Rp 455/kWh
- 1.300 VA: Rp 708/kWh
- 2.200 VA: Rp 760/kWh
Rumah Tangga Subsidi
- R-1/TR 450 VA: Rp 415/kWh
- R-1/TR 900 VA: Rp 605/kWh
Contoh, pelanggan rumah tangga 900 VA non-subsidi di Jakarta membeli token listrik Rp 50.000.
Tarif listrik golongan ini Rp 1.352/kWh, dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 2,4%.
Perhitungannya:
(Rp 50.000 – 2,4%) ÷ Rp 1.352
= (Rp 50.000 – Rp 1.200) ÷ Rp 1.352
= Rp 48.800 ÷ Rp 1.352
= 36,09 kWh
Jadi, pelanggan akan mendapatkan sekitar 36 kWh listrik dari token Rp 50.000.
Menurut Subuh Pramono, dosen Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS), konsumsi listrik rumah tangga kecil biasanya 2–2,5 kWh per hari, tergantung jumlah penghuni dan pemakaian alat elektronik.
Artinya:
- Jika pemakaian 2 kWh/hari → token Rp 50.000 tahan ±18 hari
- Jika pemakaian 2,5 kWh/hari → tahan ±14 hari
Dengan kata lain, token Rp 50.000 bisa bertahan sekitar dua minggu, tergantung gaya hidup dan penggunaan listrik harian.
Harga token listrik memang tetap stabil, tapi lama tidaknya daya tahan listrik di rumah sangat tergantung pada pola pemakaian.
Jadi, jika ingin token Rp 50.000 lebih awet, matikan perangkat yang tidak terpakai dan hemat pemakaian listrik setiap hari. (one)













