Portalone.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif industri pasar modal nasional hingga kuartil ketiga 2026. Tercatat, total penghimpunan dana melalui emisi di pasar modal telah mencapai Rp169,5 triliun dari 148 penawaran umum.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa capaian ini menegaskan posisi pasar modal sebagai alternatif pendanaan korporasi yang andal di tengah berbagai dinamika ekonomi global maupun domestik.
“Realisasi itu menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu pilihan perusahaan untuk mendapatkan sumber pembiayaan,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Momentum penghimpunan dana diperkirakan masih akan berlanjut. Berdasarkan data OJK dan BEI, saat ini masih terdapat antrean (pipeline) penawaran umum dari sejumlah korporasi dengan total nilai emisi mencapai Rp27,61 triliun.
Lonjakan minat emiten ini berjalan selaras dengan pertumbuhan di sisi permintaan, di mana ketahanan investor ritel domestik tetap terjaga kuat di tengah tekanan pasar.
Dari sisi basis investor, OJK mencatat lonjakan yang signifikan. Setelah sukses menembus level 20 juta investor pada akhir tahun lalu, jumlah Single Investor Identification (SID) di pasar modal Indonesia kini telah melesat mencapai 32,17 juta investor.
Artinya, dalam kurun waktu kurang dari setahun, pasar modal kedatangan lebih dari 12 juta investor baru. Angka ini mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 57,96% secara tahun berjalan (year-to-date).
Selain pasar modal konvensional, sektor keuangan derivatif dan bursa karbon turut menunjukkan tren aktivitas yang stabil:
-
Sektor Keuangan Derivatif: Sebanyak 113 pihak telah mengantongi persetujuan prinsip, dengan total volume transaksi mencapai 379.443 lot sepanjang tahun berjalan.
-
Bursa Karbon: Tercatat sebanyak 160 pengguna jasa telah bergabung dengan volume transaksi menyentuh 1,98 juta ton CO2 ekuivalen serta akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,97 miliar.
“Kami juga menyediakan sarana di sektor keuangan derivatif dan juga bursa karbon yang tercatat terjaga dengan baik aktivitasnya di tahun ini,” pungkas Hasan.
