Yamaha Aerox Alpha Turbo, CVT Cerdas untuk Performa Maksimal

Yamaha Aerox Alpha Turbo.

Sebagai gambaran, di pulley motor matic konvensional gerak maju mundur pulley primary terjadi akibat dorongan dari roller. Roller mendorong pulley primary agar terbuka lewat gaya sentrifugal yang tercipta saat mesin berputar.

Semakin tinggi putaran mesin, maka semakin tinggi roller mendorong pulley yang membuat posisi v-belt di pulley depan naik ke posisi atas pulley.

Bacaan Lainnya

Sedangkan di YECVT, karena sudah tidak pakai roller, gerakan pulley tadi diatur menggunakan dinamo.

Jadi ada komputer atau TCU (Transmission Control Unit) tersendiri yang mengatur gerakan pulley melalui dinamo ini.

Lewat input dari sensor, TCU akan memerintahkan sebarapa banyak dinamo berputar untuk membuat pulley maju dan mundur. Sedangkan untuk pulley bagian belakang atau secondary, cara kerjanya masih mekanis sama seperti pulley belakang konvensional.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Motor Matik Mogok di Jalan: Penyebab dan Langkah Perbaikan

“Kontruksinya masih sama, ada per CVT, kampas ganda, mangkok ganda, per sentrifugal dan lainnya. Bedanya hanya dipasangkan sensor untuk memberitahu ECU posisi pulley belakang Ketika motor digunakan. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *