Portalone.net – Yamaha NMAX Neo diposisikan sebagai varian “paling masuk” di keluarga NMAX generasi terbaru. Di atas kertas, ia sudah membawa fitur konektivitas Y-Connect dan electric power outlet, sementara varian Neo S menambahkan Smart Key, dan varian Turbo membawa teknologi YECVT.
Namun, seperti skutik harian pada umumnya, NMAX Neo juga punya daftar keluhan yang cukup sering muncul di bengkel maupun obrolan pengguna. Berikut rangkuman masalah yang paling kerap ditemui beserta gejala dan langkah antisipasinya.
1. CVT bergetar/“gredek” saat tarikan awal
Keluhan paling populer di keluarga NMAX adalah rasa bergetar kasar atau bunyi “gredek” ketika motor mulai bergerak pelan dari diam. Sejumlah laporan menyebut biangnya sering terkait kotoran/debu di area CVT, atau komponen yang mulai aus seperti V-belt dan roller dan biasanya membaik setelah pembersihan atau penggantian komponen yang sudah waktunya.
Gejala yang sering dirasakan
- Getar di dek/kaki saat start pelan
- Tarikan terasa tidak halus, terutama di putaran rendah
Antisipasi singkat
- Servis CVT berkala, terutama bila sering melewati jalan berdebu/banjir.
- Jangan menunda penggantian V-belt/roller bila sudah mendekati masa pakai.
2. Aki cepat drop/tekor (sering dikaitkan dengan Y-Connect dan modul CCU)
Karena NMAX Neo membawa konektivitas, isu aki lebih sering dibahas pada model-model “connected”. Sejumlah pemberitaan otomotif menautkan kasus aki cepat tekor dengan problem pada CCU (Communication Control Unit) modul yang mengelola konektivitas dan ada klaim bahwa komponen ini sempat mendapat pembaruan (upgrade) dari Yamaha pusat yang kemudian disalurkan ke bengkel resmi.
Gejala yang sering muncul
- Motor sulit starter setelah beberapa hari tidak dipakai
- Tegangan aki cepat turun meski usia aki relatif baru
Catatan penting
- Jika masih garansi, lebih aman cek ke bengkel resmi agar penanganan CCU/kelistrikan tercatat dan tidak menggugurkan klaim.
3. Mesin brebet/tersendat saat akselerasi
Keluhan “brebet” pada NMAX (termasuk model yang lebih baru) kerap dikaitkan dengan hal-hal standar motor injeksi: mulai dari injektor kotor, fuel pump bermasalah/kotor, sampai komponen pengatur langsam (sering dibahas sebagai ISC) yang tidak optimal.













