Lalu, 128.906 kendaraan (30,2%) menuju arah Barat (Merak), dan 101.447 kendaraan (23,8%) menuju arah Selatan (Puncak).
“Kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 95.207 kendaraan, meningkat sebesar 21,32% dari lalin normal,” sebutnya.
“Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 100.979 kendaraan, meningkat sebesar 19,33% dari lalin normal,” sambungnya.
Lonjakan arus kendaraan kemungkinan besar terjadi mulai dari 29-31 Desember 2024, dan puncak arus balik diperkirakan pada 1-2 Januari 2025.
Operator jalan tol bersama dengan pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, one way, dan pengaturan buka-tutup gerbang tol untuk mengurai kepadatan. (one)







