-
MUI: Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menilai BoP tidak efektif karena rekam jejak penggagasnya tidak berpihak pada perdamaian.
-
MPR: Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan serius opsi keluar karena BoP kini dianggap sebagai “pencipta perang”.
-
Akademisi: Sejumlah Guru Besar juga mulai menyuarakan evaluasi keanggotaan Indonesia di lembaga tersebut.
Menanggapi tekanan publik, pemerintah melalui Menteri ATR Nusron Wahid menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/3).
Nusron memastikan pemerintah tetap mendengarkan kritik masyarakat namun akan tetap mencermati dinamika diplomasi di lapangan sebelum mengambil langkah final.







