Timur Tengah Membara: Teheran Digempur, Pangkalan AS di Kuwait Meledak

Ilustrasi Timur Tengah di Titik Nadir: Teheran Digempur, Pangkalan AS di Kuwait Meledak. (Foto: Portalone.net)

Portalone.net – Kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang perang besar setelah eskalasi militer besar-besaran terjadi pada Jumat (6/3). Serangan udara Israel menghantam jantung pertahanan Iran di Teheran, sementara militer Iran mengklaim telah meluncurkan balasan ke pangkalan Amerika Serikat di Kuwait.

Situasi keamanan dilaporkan memburuk secara drastis di Irak, Iran, Israel, hingga negara-negara Teluk, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Teheran dan Tel Aviv Saling Serang

Israel mengonfirmasi telah meluncurkan fase baru peperangan dengan menargetkan “infrastruktur rezim” di ibu kota Iran, Teheran. Koresponden AFP melaporkan rentetan ledakan keras mengguncang kota tersebut. Di saat yang sama, sirene peringatan udara meraung di Tel Aviv setelah militer Israel mendeteksi peluncuran rudal balasan dari wilayah Iran.

Tak hanya Teheran, kota Shiraz di Iran selatan juga dilaporkan luluh lantak. Pejabat setempat menyatakan sedikitnya 20 orang tewas akibat serangan yang diduga melibatkan koordinasi antara pasukan AS dan Israel.

Pangkalan AS di Kuwait dan Ladang Minyak Irak Jadi Sasaran

Di sisi lain, militer Iran mengumumkan telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait. Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi serangan rudal dan drone tersebut mengakibatkan sedikitnya 67 personel militer mereka terluka—angka korban tertinggi di negara Teluk sejauh ini.

Eskalasi juga menjalar ke Irak. Empat drone dilaporkan menghantam Bandara Basra dan fasilitas minyak di sekitarnya. Sementara itu, kepulan asap abu-abu terlihat di dekat Bandara Erbil, Kurdistan, yang menjadi markas pasukan koalisi pimpinan AS. Akibatnya, perusahaan energi AS, HKN Energy, terpaksa menghentikan sementara produksi minyak di wilayah tersebut.

Sorotan Dunia: Investigasi Minab dan Peran Ukraina

Ketegangan semakin meruncing setelah investigasi The New York Times menyebut AS kemungkinan berada di balik serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar di Minab, Iran, pada 28 Februari lalu yang menewaskan 150 orang. Meski demikian, Washington dan Tel Aviv masih bungkam terkait tuduhan tersebut.

ADVERTISEMENT

Krisis ini turut memantik reaksi keras dari Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan bahwa runtuhnya stabilitas Iran dapat memicu bencana migrasi dan krisis energi di Benua Biru.

Menariknya, Ukraina dilaporkan akan terjun ke pusaran konflik dengan mengirimkan tim ahli drone ke wilayah Teluk. Langkah ini bertujuan membantu negara-negara Teluk menangkal serangan pesawat nirawak buatan Iran.

Dunia kini mulai merasakan dampak ekonomi dari bara api di Timur Tengah. Raksasa pelayaran Denmark, Maersk, resmi menangguhkan rute pengiriman Timur Jauh-Timur Tengah dan Timur Tengah-Eropa.

Meski Kepala IEA Fatih Birol menyebut pasokan minyak masih mencukupi, harga minyak mentah global dilaporkan melonjak tajam sejak akhir pekan lalu. Untuk mengamankan jalur logistik, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Di Lebanon, Perdana Menteri Nawaf Salam memperingatkan potensi bencana kemanusiaan setelah serangan udara Israel menghantam gedung perkantoran di Sidon tanpa peringatan, yang memicu gelombang pengungsian besar-besaran dari Beirut selatan.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait