Portalone.net – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja penerimaan negara. Ia menilai sistem pajak dan bea-cukai masih “bobrok” sehingga membuat penerimaan negara belum optimal.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya potensi kebocoran di berbagai lini, meski belum merinci titik masalahnya.
Di Istana Negara, Purbaya mengatakan, “…pasti ada yang bocor kan di sana-sini,” seraya menyebut salah satu langkah yang didorong adalah otomatisasi di sektor Bea dan Cukai, termasuk untuk pengawasan komoditas tertentu.
Kritik Hashim: penerimaan negara dinilai belum maksimal
Kritik Hashim disampaikan dalam forum bedah buku di Universitas Indonesia pada 12 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kinerja penerimaan negara yang disebutnya “parah” dan menyinggung pajak serta bea-cukai sebagai titik lemah utama.
Dalam laporan lain, Hashim juga menyinggung rasio penerimaan negara Indonesia yang disebut masih berada di kisaran 9%–12% terhadap PDB, yang menurutnya menunjukkan ruang perbaikan besar pada tata kelola penerimaan.
Pos terkait
Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dipadati Penumpang, Antrean Mengular sejak Dini Hari
H-3 Lebaran, Ribuan Pemudik Motor Padati Pelabuhan Bakauheni pada Dini Hari
4 Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS!
Puspom TNI Dalami Aktor Intelektual di Balik Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Geledah Kantor Bupati Cilacap, KPK Sita “Chat” Instruksi Setoran Uang dari Kepala SKPD
Skandal Setoran THR di Cilacap: Dari Ancaman Rotasi hingga Target Rp750 Juta







