9 Penyebab Sakit Kepala Belakang yang Perlu Anda Ketahui

Sakit Kepala bagian belakang penyebab dan cara mengobatinya. Foto/Istimewa

Portalone.net, Health – Nyeri di kepala bagian belakang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung intensitas dan gejalanya. Meski umumnya bukan masalah serius, gejala ini juga bisa menandakan penyakit tertentu yang patut Anda waspadai.

Mari kita telusuri penyebab dan cara mengatasi nyeri di kepala bagian belakang melalui artikel berikut ini. Sakit di kepala bagian belakang bisa disebabkan oleh gaya hidup atau kondisi medis tertentu.

Bacaan Lainnya

Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Sakit Kepala Tipe Ketegangan

Sakit kepala tipe tegang adalah penyebab paling umum dari nyeri di bagian belakang kepala. Kondisi ini seringkali dipicu oleh stres, kurang tidur, penggunaan komputer dalam waktu lama, mengangkat beban berat menggunakan bahu, atau melewatkan waktu makan.

Sakit kepala tipe tegang biasanya membaik ketika pasien beristirahat dengan cukup. Jika gejalanya sangat tidak nyaman, pasien dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol, yang sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Baca Juga:  Etika Duduk di Teras Rumah, Menjaga Privasi Tetangga dan Kenyamanan Bersama

2. Sakit Kepala Akibat Aktivitas

Sakit kepala akibat aktivitas adalah sejenis rasa sakit di bagian belakang kepala Anda akibat stres atau aktivitas fisik yang berat, seperti lari jarak jauh dan angkat beban.

Aktivitas ini meningkatkan kebutuhan akan sirkulasi darah, sehingga pembuluh darah di leher melebar dan menimbulkan rasa sakit di kedua sisi belakang kepala. Sakit kepala jenis ini jarang terjadi dan biasanya mereda dengan sendirinya ketika aktivitas pemicunya dihentikan.

Baca Juga: Mengenal Otot Sternokleidomastoid dan Fungsinya dalam Tubuh

3. Migrain Basilar

Migrain Basilar adalah salah satu penyebab nyeri berkepanjangan di bagian belakang kepala. Kondisi ini biasanya ditandai dengan aura, yang merujuk pada gejala yang muncul tepat sebelum sakit kepala terjadi, seperti penglihatan kabur, mual, gangguan bicara dan pendengaran, telinga berdenging, dan pusing.

Migrain basilar umumnya bukan kondisi yang serius, tetapi harus diwaspadai karena dapat menyerupai gejala stroke. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, yang terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter di unit gawat darurat.

Baca Juga:  Manfaat Buah Plum Untuk Tulang dan Kesehatan Tubuh

4. Kejang Otot Serviks (Leher)

Kejang otot serviks (leher) adalah penyebab umum nyeri di bagian belakang kepala. Kejang otot serviks biasanya terjadi karena posisi kepala yang salah atau cedera leher yang berkepanjangan. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur atau duduk dengan postur tubuh yang benar untuk mencegah kejang otot leher yang menyebabkan nyeri di bagian belakang kepala.

5. Gaya Hidup Tidak Sehat

Penelitian menunjukkan bahwa lansia dengan kebiasaan merokok lebih rentan mengalami nyeri di bagian belakang kepala. Selain kebiasaan merokok, gaya hidup tidak sehat lainnya, seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, pola tidur yang tidak teratur, dan tingkat stres yang tinggi, juga dapat memicu terjadinya nyeri kepala, terutama nyeri kepala tipe tegang.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait