Hal yang Terjadi Akibat Tidak Sarapan Pagi bagi Kesehatan

Ilustrasi. Seorang wanita tidak mau sarapan pagi. Foto/Istimewa

4. Merasa Lapar Berlebih di Siang Hari

Akibat tidak sarapan di pagi hari, tubuh bisa merasa lapar berlebih di siang hari karena kekurangan nutrisi. Hal ini dapat membuat tubuh cenderung mencari sumber energi yang cepat dan menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi camilan atau makanan cepat saji.

Bacaan Lainnya

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, tubuh akan merasa berenergi, tetapi tak lama kemudian, rasa lapar dapat muncul lagi. Jika siklus ini terus berulang, risiko kenaikan berat badan akan meningkat.

Sebaliknya, sarapan yang mengandung makanan yang kaya akan protein dapat membantu menahan atau mengontrol keinginan makan dan menyeimbangkan kadar gula darah. Sarapan yang seimbang bisa membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung pola makan sehat yang konsisten sepanjang hari.

Beberapa orang menganggap bahwa melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, penelitian dalam Frontiers in Endocrinology menyatakan bahwa meskipun sarapan dapat menjadi cara alternatif untuk menurunkan berat badan, melewatkan sarapan memiliki beberapa efek negatif terhadap kardiovaskular.

Baca Juga:  “Superflu” Mengintai: Penularannya Ngebut, Telat Antisipasi Bisa Berujung Komplikasi

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Seperti yang sudah dijelasan sebelumnya, risiko penyakit kardiovaskular juga bisa meningkat akibat tidak sarapan pagi secara terus-menerus. Penelitian dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease menunjukkan bahwa orang yang secara rutin melewatkan sarapan memiliki kemungkinan 21% lebih besar untuk menderita penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang rutin sarapan.

Hal tersebut mungkin berkaitan dengan efek metabolik yang ditimbulkan akibat tidak sarapan pagi terhadap kadar gula darah, makan berlebih, serta kombinasi tidak sarapan dan gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain itu, penelitian tahun 2020 juga menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan pagi cenderung memiliki kadar kolesterol LDL lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, menurut jurnal Medicine, orang yang rutin sarapan 7 kali dalam seminggu bisa mendapatkan manfaat berupa penurunan risiko:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Stroke
  • Hipertensi
  • Peningkatan kolesterol jahat

Penting untuk dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran dari dokter. Beberapa orang mungkin memiliki risiko yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi kesehatannya masing-masing. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait