Hal yang Terjadi Akibat Tidak Sarapan Pagi bagi Kesehatan

Ilustrasi. Seorang wanita tidak mau sarapan pagi. Foto/Istimewa

Portalone.net, Health – Sarapan adalah salah satu hal penting yang justru sering kali dilewatkan. Padahal, melewatkan sarapan dapat menyebabkan beberapa masalah pada tubuh, salah satunya tidak mendapatkan cukup energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Mari simak ulasan selengkapnya mengenai berbagai masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat tidak sarapan pagi di bawah ini.

1. Tubuh Tidak Mendapat Cukup Energi

Bacaan Lainnya

Salah satu akibat tidak sarapan pagi bagi tubuh adalah tidak mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas. Ketika bangun pagi, kadar gula darah akan lebih rendah karena tubuh tidak mendapatkan asupan makan sepanjang malam. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, tubuh bisa mengalami kelelahan atau kekurangan energi.

Perlu dicatat, otak mengandalkan glukosa atau gula agar bisa bekerja secara optimal. Menurut buku Recent Developments in Applied Microbiology and Biochemistry, sumber utama glukosa adalah karbohidrat. Makanan yang disajikan saat sarapan terutama yang mengandung karbohidrat bisa membantu menjaga kadar gula darah sehat untuk meningkatkan energi.

Baca Juga:  Rekomendasi Makananan yang Baik Untuk Penderita Asam Urat

2. Menurunkan Kadar Hormon dalam Tubuh

Penurunan kadar hormon dalam tubuh juga menjadi salah satu akibat tidak sarapan pagi. Terlalu lama menunda makan dapat menurunkan kadar gula darah yang berujung menyebabkan kadar hormon tidak stabil. Sebagai informasi, kadar kortisol (hormon stres) cenderung lebih tinggi saat pagi dan menurun seiring berjalannya hari.

Sarapan dengan menu gizi yang seimbang, terutama yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehat, dapat membantu tubuh untuk mengontrol produksi kortisol dengan menstabilkan gula darah dan mengurangi respons tubuh terhadap stres. Di sisi lain, melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan gula darah yang bisa memicu peningkatan kortisol sebagai mekanisme kompensasi.

3. Berisiko Mengalami Gangguan Suasana Hati

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, melewatkan sarapan pagi berpotensi menyebabkan hormon tidak stabil. Jika hormon tidak stabil, seseorang mungkin merasa “tidak nyaman” atau rentan mengalami perubahan suasana hati. Penelitian dalam jurnal Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity menunjukkan bahwa melewatkan sarapan baik secara teratur atau tidak teratur dikaitkan dengan depresi, rendahnya tingkat kebahagiaan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Baca Juga:  Pilihan Makanan Tinggi Protein yang Sehat untuk Tubuh

Baca Juga: Manfaat Buah Plum Untuk Tulang dan Kesehatan Tubuh

Terdapat beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan bahwa sarapan pagi dapat membantu menjaga kesehatan mental. Misalnya, setelah sarapan pagi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang penting untuk pembentukan triptofan. Triptofan merupakan protein yang dibutuhkan untuk membentuk serotonin, salah satu zat kimia yang berperan yang berperan dalam mengatur suasana hati, dan fungsi kognitif.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait