3. Mengontrol Kadar Gula Darah
Penelitian dalam International Journal of Endocrinology menunjukkan bahwa hiperurisemia (kondisi ketika kadar asam urat tinggi dalam darah) dikaitkan dengan perkembangan diabetes dan komplikasi terkait diabetes. Untuk membantu mengontrol kadar gula dalam darah, sebaiknya penderita asam urat tinggi batasi mengonsumsi makanan dan minuman manis.
4. Meningkatkan Asupan Vitamin C
Makanan tinggi vitamin C juga dapat dimasukkan dalam pola makan penderita asam urat. Penelitian dalam Nutrients menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, penderita bisa mengonsumsi buah-buahan (stroberi, sirsak, dan mangga), sayuran (brokoli, kangkung, dan bayam), serta suplemen.
Daftar Makanan yang Baik untuk Penderita Asam Urat
Secara lebih spesifik, beberapa daftar makanan penurun asam urat yang tergolong rendah purin dan baik dikonsumsi oleh penderita gout adalah sebagai berikut:
- Susu skim: Jenis susu ini diketahui dapat mempercepat ekskresi asam urat dalam urine dan mengurangi respons peradangan tubuh terhadap kristal asam urat di persendian.
- Buah ceri: Jenis buah ini diketahui memiliki sifat antiperadangan dan bisa mengurangi kadar asam urat dalam darah.
- Kopi: Mengonsumsi kopi setiap hari dalam jumlah sedang dapat mengurangi kadar asam urat dengan memperlambat pemecahan purin menjadi asam urat dan mempercepat laju ekskresi.
- Air putih: Orang yang mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 5–8 gelas air putih sehari atau setara 2 liter cenderung tidak mengalami gejala gout.
Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Urat
Sementara itu, beberapa daftar makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat adalah sebagai berikut:
- Makanan dan minuman manis
- Sirup tinggi fruktosa
- Daging organ, seperti hati, jeroan, otak, dan ginjal
- Daging sapi, angsa, dan rusa
- Makanan laut tertentu, seperti ikan tuna dan kerang
- Daging kalkun olahan
- Sosis daging
- Ragi dan ekstrak daging
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Selain menerapkan diet di atas, penderita asam urat tetap perlu mendapatkan pengobatan medis dari dokter. (one)







