Iran Berjanji Tak Akan Serang Negara Tetangga, Pezeshkian: Kecuali Jika Kami Diserang Lebih Dulu

Dampak serangan Israel di pinggiran selatan Beirut. (Foto: Reuters)
  1. Ketidaksepakatan internal antara pemerintah sipil dan militer.

  2. Reinterpretasi keputusan Dewan Eksekutif Sementara.

    Bacaan Lainnya
  3. Strategi “polisi baik dan polisi jahat” dalam diplomasi Iran.

Upaya Kembali ke Koridor Hukum Internasional

Dalam pernyataannya, Pezeshkian juga mengambil langkah yang jarang terjadi dengan menyampaikan permohonan maaf dan menekankan bahwa Iran ingin berada di sisi yang benar dalam hukum internasional.

Secara hukum, serangan Iran terhadap pangkalan AS sering diklaim sebagai tindakan bela diri. Namun, serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur sipil dan instalasi minyak di kawasan Teluk sulit dibenarkan secara legal.

Jika janji Pezeshkian ini terealisasi, Iran berharap dapat menyatukan kembali kawasan dan mengalihkan fokus internasional pada apa yang mereka sebut sebagai ketidakadilan serangan AS di tengah upaya diplomasi.

Tekanan dari Negara Sahabat

Dorongan agar Iran melunak dilaporkan datang tidak hanya dari rival regional, tetapi juga dari negara-negara yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Teheran, seperti Oman, Turki, dan Qatar.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa komunikasi diplomatik melalui telepon antara pemimpin negara-negara tersebut dengan Teheran berlangsung sangat tegang dan penuh tekanan, mendesak Iran untuk segera mengubah arah kebijakannya demi stabilitas Timur Tengah.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *