Di tengah panasnya isu internal Madrid, muncul kabar bahwa Vinicius menolak perpanjangan kontrak dari klub. Padahal, Madrid telah menyodorkan proposal baru dengan kenaikan gaji mencapai 15 juta euro per tahun. Penolakan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa pemain berusia 24 tahun tersebut tengah mempertimbangkan opsi lain.
Vinicius kini menjadi incaran beberapa klub dari Liga Arab Saudi. Klub-klub kaya dari Timur Tengah siap menggelontorkan dana besar untuk memboyongnya.
Dengan gaji yang bisa jauh lebih tinggi dibanding tawaran Madrid, tidak menutup kemungkinan Vinicius akan tergoda untuk mencari tantangan baru di luar Eropa.
Kini, Vinicius berada di persimpangan jalan. Bertahan di Madrid berarti harus memperbaiki hubungannya dengan rekan setim dan membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub.
Namun, jika memilih hengkang ke Liga Arab, ia bisa mendapatkan gaji fantastis dan peran sebagai bintang utama di liga yang sedang berkembang pesat.
Keputusan ada di tangan Vinicius. Apakah ia akan bertahan dan membangun kembali reputasinya di Madrid? Atau justru memilih jalan baru yang lebih menguntungkan secara finansial? Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari sang winger berbakat ini. (one)













