Laporan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan minat sebagian masyarakat dari sekolah negeri menuju sekolah swasta, terutama pada jenjang pendidikan atas. Sejumlah faktor yang disebut memengaruhi antara lain persepsi terhadap kualitas layanan, ketersediaan fasilitas, fleksibilitas kurikulum, serta lingkungan belajar yang dianggap lebih kondusif di sekolah swasta.
Selain itu, preferensi orang tua dipengaruhi kondisi ekonomi. Kelompok menengah ke atas dinilai lebih cenderung memilih sekolah swasta karena kemampuan bayar yang lebih tinggi. Sementara keluarga berpendapatan rendah lebih sering memilih sekolah negeri karena biaya lebih ringan serta adanya dukungan subsidi pemerintah.
Minat terhadap sekolah swasta juga disebut lebih tinggi di wilayah perkotaan, sejalan dengan lebih banyaknya pilihan dan variasi sekolah swasta dibandingkan wilayah pedesaan, termasuk terkait akses transportasi dan preferensi model pendidikan.
Meski tren peningkatan minat ke sekolah swasta terlihat di sejumlah jenjang, laporan tersebut menyimpulkan sekolah negeri tetap menjadi penopang utama sistem pendidikan nasional karena jumlah siswanya masih jauh lebih besar dibandingkan sekolah swasta, terutama di luar kawasan perkotaan.

