Portalone.net – Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan peringatan mengenai potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa ketidakpastian di pasar keuangan global meningkat, terutama akibat rencana kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang mencakup kenaikan tarif impor dan perluasan cakupan negara.
Hal ini berpotensi meningkatkan fragmentasi perdagangan dunia. Selain itu, eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai negara turut berkontribusi terhadap proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global, yang diperkirakan turun menjadi 3,1% pada tahun 2025 dari 3,2% pada tahun 2024.
Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 bervariasi. Bank Indonesia optimis dengan memprediksi pertumbuhan antara 4,7% hingga 5,5%.
Namun, lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di sekitar 5,1%.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia telah mengambil langkah dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada Januari 2025.













