Portalone.net – Pasar modal domestik menunjukkan pemulihan yang signifikan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melesat dengan penguatan agresif sebesar +4.7%, diikuti oleh pergerakan positif sejumlah saham blue chip, salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turut menguat tajam sebesar +5,8%.
Di balik euforia rebound indeks dan saham-saham lapis atas, perhatian para pelaku pasar justru tertuju pada anomali pergerakan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk atau emiten dengan sandi COIN. Saham ini dinilai mengalami stagnasi negatif yang tidak wajar di tengah tren pemulihan pasar.
Saham COIN terpantau mengalami koreksi lanjutan sebesar -6,93%. Yang menarik perhatian, emiten ini seolah kehilangan tenaga (stuck) dan terus merosot tanpa ada pergerakan naik yang berarti selama setahun terakhir.
Padahal, dalam catatan historisnya, saham COIN sempat mencatatkan reli fantastis hingga menyentuh level harga Rp4.000. Namun, tren penurunan yang berkepanjangan telah menyeret harga saham tersebut ambles hingga kisaran Rp400 per lembar menyusut hingga 90 persen dari puncak tertingginya.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan investor dan pengamat pasar. Terlebih lagi, penurunan drastis ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan dan aset alternatif seperti kripto yang terpantau masih berada dalam tren relatif stabil.
Melihat anomali penurunan yang sangat tajam dan berkepanjangan dari level Rp4.000 ke level Rp400, para pelaku pasar mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk turun tangan. Penyelidikan mendalam, termasuk audit menyeluruh terhadap keterbukaan informasi dan laporan keuangan emiten, dinilai mendesak guna melindungi hak-hak investor publik serta menjaga integritas pasar modal nasional dari potensi praktik perdagangan yang tidak wajar.

