Padang Dikepung Banjir, 498 Jiwa Terdampak dan Puluhan Warga Dievakuasi

Evakuasi Warga dan Kondisi Rumah yang Terendam Banjir di Sejumlah Wilayah Kota Padang. (Ist)

Portalone.net – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (10/10), memicu bencana banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan sebanyak 498 jiwa terdampak akibat bencana ini, dengan 120 unit rumah warga terendam air.

Berdasarkan data resmi BPBD Kota Padang hingga Sabtu pukul 22.45 WIB, genangan air terpantau di tiga kecamatan utama, yaitu Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, hingga Gurun Laweh.

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuranji. Selain merendam permukiman, bencana ini menyebabkan empat unit rumah mengalami rusak sedang dan satu unit rumah lainnya mengalami rusak berat.

Tidak hanya itu, derasnya arus air juga melumpuhkan infrastruktur darurat. Akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus total akibat terjangan banjir.

Menanggapi situasi darurat ini, tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di berbagai titik rawan. Tercatat sebanyak 238 warga berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Rincian evakuasi tersebut meliputi:

  • 20 jiwa di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji

  • 5 jiwa di Guo, Kelurahan Kuranji

  • 30 jiwa di Perumahan Abi, Koto Panjang Ikua Koto

  • 5 jiwa di Kampung Apa, Koto Panjang Ikua Koto

  • 178 jiwa di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul masih tingginya potensi cuaca ekstrem. Ia mengingatkan potensi bencana susulan seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang yang mengancam keselamatan warga.

“Masyarakat yang berada di sekitar sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan kondisi tanah labil diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air,” tegas Hendri.

Pemerintah Kota Padang bersama unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta bersiaga mengantisipasi potensi darurat lanjutan seiring kondisi cuaca yang dinamis.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan